Rabu, 13 Mei 2026

Kebumen

Datang Lapar Pulang Kenyang, Begini Serunya Tahun Baruan di Alun-alun Kebumen

Tanpa kembang api, ribuan warga Kebumen tetap pesta pora. 20 ribu porsi makanan gratis ludes dalam sekejap di Alun-alun Pancasila.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Agus Iswadi
LAUTAN MANUSIA, Ribuan warga memadati pusat kuliner Kapal Mendoan di Alun-alun Pancasila Kebumen untuk menyerbu 20 ribu porsi makanan gratis pada malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025). Makanan ludes dalam hitungan menit menggantikan kemeriahan pesta kembang api yang ditiadakan. (TRIBUNBANYUMAS/Ais) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Siapa bilang malam tahun baru harus selalu identik dengan ledakan kembang api di langit? Warga Kabupaten Kebumen membuktikan bahwa pesta pora perut ternyata jauh lebih menggoda daripada sekadar percikan api di udara.

Rabu (31/12/2025) malam, kawasan Alun-alun Pancasila berubah menjadi lautan manusia.

Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen memutuskan meniadakan pesta kembang api demi empati bencana, semangat warga justru membara di pusat kuliner "Kapal Mendoan".

Baca juga: Warga Antusias, 20 Ribu Porsi Makan Gratis di Alun-alun Kebumen Ludes dalam Hitungan Menit

Lantai 1 dan 2 gedung ikonik berbentuk kapal tersebut sesak oleh ribuan pengunjung yang sudah bersiap dengan "senjata" antrean mereka. Targetnya satu: 20 ribu porsi makanan gratis yang disiapkan pemerintah bersama para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Menu yang tersaji pun bukan kaleng-kaleng. Mulai dari bakso, mie ayam, nasi bakar, soto makassar, nasi goreng, hingga sate ayam siap memanjakan lidah warga secara cuma-cuma.

Ludes Hitungan Menit

Begitu jarum jam menunjukkan pukul 18.30 WIB dan tanda pembagian dimulai, suasana langsung pecah. Tak butuh waktu lama, puluhan ribu porsi makanan itu lenyap diserbu pengunjung layaknya kilat.

Adi, salah satu pedagang yang lapaknya ikut diserbu, mengaku takjub dengan kecepatan warga menghabiskan dagangannya. Ia menyediakan 100 porsi snack berisi sosis, kentang, dan nugget, yang biasanya butuh waktu lama untuk habis terjual.

"Nggak sampek 5 menit, paling 3 menit sudah habis," tuturnya dengan wajah sumringah namun masih tak percaya.

Bagi Adi, acara seperti ini adalah berkah nomplok. Dagangan laris, warga senang, dan omzet pun aman. "Harapannya bisa begini lagi, bagus," tambahnya.

Rela Antre Sore

Antusiasme warga memang tak terbendung. Desy (51), misalnya, sudah 'ngetem' di depan kios mie ayam dan es campur sejak pukul 17.00 WIB, jauh sebelum acara dimulai. Baginya, ketiadaan kembang api bukanlah masalah besar selama perut kenyang dan hati senang.

"Yang penting ada makan gratisnya, jos," katanya kepada Tribunbanyumas.com di sela-sela antrean yang mengular.

Senada dengan Desy, Lukman, pengunjung asal Gombong, juga tampak asyik menikmati mie ayam dan segelas es teh manis hasil perjuangan antrenya. Ia mengetahui info pesta kuliner ini dari media sosial dan sengaja datang jauh-jauh untuk merayakan momen pergantian tahun.

"Tahu adanya makan gratis dari media sosial," terangnya singkat sambil menyantap hidangan.

Ganti Kembang Api

Pesta kuliner ini memang menjadi strategi jitu Pemkab Kebumen untuk tetap menghadirkan kemeriahan tanpa mengurangi rasa empati terhadap bencana yang melanda saudara di daerah lain. Selain makan gratis, warga juga tetap dihibur dengan pertunjukan musik dan sendratari kolosal "The Tales of Karangbolong".

Malam itu, Alun-alun Pancasila menjadi saksi bahwa kebahagiaan sederhana lewat sepiring mie ayam gratis bisa menyatukan ribuan warga dalam tawa dan kebersamaan menyambut tahun 2026.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved