Kamis, 23 April 2026

Berita Banyumas

Pantas Ditolak, Berikut Daftar Kerugian Warga Akibat Tambang di Baseh Banyumas

Warga menilai operasi tambang yang sudah berlangsung sekitar empat tahun terakhir telah merugikan

Tribun Banyumas
TAMBANG BANYUMAS - Aktivitas penambangan batu granodiorit di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas menjadi perhatian publik karena menuai gejolak dari warga, Senin (8/12/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Puluhan warga Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, bersama sejumlah aktivis lingkungan menggelar aksi damai menolak keberadaan tambang granodiorit milik PT Dinar Batu Agung (DBA), Selasa (9/12/2025). 


Aksi berlangsung di depan Gedung DPRD Banyumas pukul 11.30 WIB, dengan tuntutan utama penutupan permanen aktivitas tambang di Bukit Jenar.


Massa membawa spanduk bertuliskan 'Baseh Tolak Tambang', 'Tambang Baseh Merusak Alam', hingga 'Kami Diintimidasi dan Dikriminalisasi'. 


Warga menilai operasi tambang yang sudah berlangsung sekitar empat tahun terakhir telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, mulai dari kerusakan kolam, sawah, hingga ancaman terhadap sumber air bersih.


Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di lokasi, warga dan organisasi lingkungan yang tergabung dalam Musyawarah Masyarakat Baseh (MURBA), Jaga Rimba, Save Slamet, hingga Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional, memaparkan detail kerusakan yang mereka alami selama operasional tambang berlangsung.

Baca juga: Jadi Pertanyaan Warga, Proyek Jalan Banjarejo Blora Baru 12 Persen


1. 19 Kolam Ikan Warga Rusak


Warga mencatat, sedikitnya 19 kolam ikan rusak akibat endapan sedimen dari area tambang. 


Material berupa pasir, kerikil, dan lumpur terbawa air hujan dan mengendap di kolam, membuat air keruh serta menurunkan kualitasnya. 


Kondisi itu mengganggu fotosintesis alga dan tanaman air sehingga kolam tidak lagi produktif.


2. 24 Hektare Sawah Tercemar


Sedimentasi dari aktivitas penambangan juga menimbun dan merusak struktur tanah di area persawahan seluas sekitar 24 hektare. 


Warga menyebut, tanah menjadi kurang subur akibat tercampur material tambang serta terpapar drainase air yang sangat asam. 


Debu penambangan turut mengendap di permukaan sawah dan mengganggu hasil panen petani.


3. Ancaman Krisis Air Bersih bagi Lebih dari 100 Kepala Keluarga. 


Warga khawatir keberadaan tambang mengancam mata air yang selama ini menjadi sumber kebutuhan sehari-hari bagi lebih dari seratus kepala keluarga. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved