Kamis, 23 April 2026

Berita Cilacap

Longsor di Padangjaya Majenang Meluas hingga Merusak 89 Rumah

Pergerakan tanah terjadi di dua dusun yaitu Jatiluhur dan Jatimulya dengan dampak kerusakan yang semakin meluas.

Tribun Banyumas
Pergerakan Tanah - Kondisi salah satu rumah yang rusak akibat pergerakan tanah di wilayah Padangjaya, Kecamatan Majenang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM,CILACAP - Bencana pergerakan tanah kembali terjadi di Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, setelah hujan deras berkepanjangan pada November 2025.


Pergerakan tanah terjadi di dua dusun yaitu Jatiluhur dan Jatimulya dengan dampak kerusakan yang semakin meluas.


Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggunglangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Budi Setyawan, fenomena ini sudah berulang sejak 2017, 2023 hingga tahun 2025.


“Daerah tersebut merupakan kawasan gerakan tanah aktif tipe lambat berdasarkan kajian tim geologi,” kata Budi, Selasa (9/12/2025).


Sebanyak 89 rumah warga mengalami kerusakan mulai kategori ringan, sedang hingga rusak berat.


“Pada kejadian sebelumnya di 2023 hanya 23 rumah terdampak, tetapi sekarang meningkat signifikan,” ujarnya.


Selain permukiman, satu mushola dan satu fasilitas pendidikan RA Asidiq juga ikut terdampak.


Budi mengatakan, jalan kabupaten dan sejumlah jalan lingkungan dilaporkan amblas akibat pergerakan tanah susulan.


Selain itu, turap penguat tebing hunian tetap sepanjang sekitar 20 meter dengan tinggi 2 meter juga dilaporkan ambrol.


"Sebagian warga telah mengungsi karena kondisi rumah yang tidak lagi aman untuk dihuni," kata Budi.


Budi mengatakan, pemerintah desa telah membuka Posko Tanah Longsor untuk penanganan warga terdampak.

Baca juga: Bertahun-tahun Proyek Pembangunan Gedung DPRD Purbalingga Belum Selesai, Ini Masalahnya


BPBD juga menyalurkan bantuan sembako sebanyak 84 paket kepada warga di posko utama.


“Kami sudah melakukan pendataan, peninjauan lokasi serta koordinasi dengan dinas terkait,” jelas Budi.


Budi mengatakan, upaya mendesak adalah percepatan kajian geologi pada titik gerakan tanah baru.


“Kami juga mengupayakan penyediaan huntara bagi warga yang rumahnya rusak berat,” tambahnya.


Selain itu, penanganan bronjong kawat dan kantong pasir diperlukan untuk mencegah turap yang ambrol semakin meluas.


"Pergeraka  tanah masih berlangsung dan petugas masih terus memantau perkembangan di lapangan," ujar Budi. (ray)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved