Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Purbalingga

14 Desa Wisata di Purbalingga Diverifikasi, yang Gak Aktif Akan Ditutup

Verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa desa wisata yang terdaftar masih aktif dan dikelola dengan baik

Tayang:
Pemkab Purbalingga
WAHANA OWABONG- Salah satu wahana di Owabong Water Park Purbalingga, Sabtu (5/4/2025) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) akan melakukan verifikasi ulang terhadap 14 desa wisata yang masa berlaku SK-nya akan segera berakhir. 


Verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa desa wisata yang terdaftar masih aktif dan dikelola dengan baik. 


Kepala Dinas Dinporapar Purbalingga, R. Budi Setiawan menyebut, SK desa wisata berlaku maksimal tiga tahun.

Setelahnya, akan dilakukan verifikasi ulang untuk memastikan apakah desa tersebut masih aktif atau tidak. 


"Kalau sudah tidak aktif dan ingin mengajukan SK baru, harus serius. Kalau tidak, kami tutup," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (21/10/2025).


Dalam proses perpanjangan nanti, desa wisata yang ingin mendapatkan SK baru wajib menunjukan komitmen dan keseriusan dengan konsep peluncuran yang lebih inovatif. 


"Saat pengajuan baru, kami minta mereka melakukan kegiatan kebudayaan, baru SK bisa diturunkan," tegasnya. 


Selain verifikasi, pihaknya menyatakan tengah menyiapkan progam pembinaan dan pendampingan bagi desa wisata aktif.


"Kami sudah menggandeng berbagai mitra, termasuk akademisi dan platform digital," ujarnya. 


Menurutnya, tahun depan pihaknya juga akan bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui progam KKN Tematik Desa. 


"Melalui kerja sama ini, diharapkan mahasiswa dapat membantu untuk mengidentifikasi permasalahan, mencari solusi dan menyusun kajian pengembangan di 33 desa wisata," jelasnya. 

Baca juga: Harga Bawang Putih Naik Menyusul Bawang Merah, Harga Telur dan Daging Ayam Belum Turun


Tidak hanya itu, Budi menambahkan, pihaknya juga akan menjalin kemitraan dengan platform digital asal Surabaya yang berpengalaman dalam pengelolaan desa wisata. 


Melalui, kerja sama itu, kemitraan akan memberikan pelatihan SDM, pengelolaan paket wisata hingga penggunaan aplikasi tiket elektronik. 


"Dengan sistem tiket elektronik ini, desa wisata bisa mencetak tiket masuk, parkir dan bisa memantau jumlah pengunjung secara real time dalam sistem elektronik.

Kalau mereka nanti tertarik, kita akan fasilitasi dengan mengundang pihak dari platform tersebut untuk dilakukan pelatihan dan pembimbingan," jelasnya. 


Ia berharap langkah-langkah tersebut kedepannya dapat mendorong digitalisasi desa wisata di Purbalingga agar lebih modern, transparan dan efisien dalam pengelolaan kunjungan. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved