Berita Cilacap
Antisipasi Tsunami yang Mengintai, Pesisir Cilacap Dipagari Mangrove dan Cemara Laut
Pemkab Cilacap tanam 142.300 mangrove dan 1000 cemara laut di pesisir pantai untuk mengantisipasi tsunami.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP – Ancaman tsunami yang menghantui wilayah Cilacap, Jawa Tengah, membuat pemerintah daerah setempat ambil bagian melakukan antisipasi.
Satu di antaranya, menanam sekitar 142.300 pohon mangrove atau bakau dan 1000 cemara laut di tujuh kecamatan pesisir Cilacap, Rabu (15/10/2025).
Gerakan menanam mangrove dan cemara ini dilakukan serentak dan dipusatkan di Eduwisata Mangrove Demangkarta, Kelurahan Karangtalun, Kecamatan Cilacap Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program "Mageri Segoro", salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang fokus pada rehabilitasi dan pelestarian ekosistem mangrove.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono mengatakan, penanaman bakau ini dilakukan sebagai upaya melestarikan lingkungan dan melindungi wilayah pantai dari bencana.
Baca juga: Kalau Tsunami Sawah Hilang Rata Laut, Curhat Petani di Pesisir Cilacap, Kini Belajar Bertahan
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2024, luas mangrove di Kabupaten Cilacap mencapai 9.307 hektare dengan kondisi sebagian besar masuk kategori mangrove lebat.
"Pada tahap pertama, telah ditanam 10.950 bibit mangrove dan cemara laut di berbagai titik pesisir Cilacap," kata Sadmoko.
Sementara, penanaman tahap kedua menargetkan 142.300 batang bibit mangrove dan 1.000 bibit cemara laut hingga akhir Desember 2025.
Ia menegaskan, mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami yang lebih kuat dibanding tembok beton dalam menghadapi gelombang dan potensi tsunami.
"Dengan tumbuhnya mangrove yang baik, pantai-pantai Cilacap insyaallah aman dari tsunami maupun bencana lain," ujarnya.
Baca juga: 2 Alat Pendeteksi Dini Tsunami Dipasang di Cilacap, Cover 10 Kecamatan Rawan Terdampak
Cilacap, lanjutnya, menjadi daerah dengan garis pantai terpanjang di Jawa Tengah sehingga pelestarian mangrove menjadi kebutuhan mendesak.
"Target kami, hingga akhir tahun, bisa menanam 1,5 juta pohon untuk menjaga ekosistem pantai Cilacap," ungkapnya.
Dukung Keberlanjutan Ekosistem
Menurutnya, mangrove Cilacap termasuk yang terbaik di kawasan selatan Jawa, bahkan di tingkat nasional.
"Kelestarian mangrove adalah harga mati karena manfaatnya tidak hanya bagi lingkungan tapi juga bagi hasil laut," kata Sadmoko.
Sadmoko menambahkan, keberadaan mangrove juga menjadi habitat penting bagi ikan-ikan kecil sebelum mereka menuju laut lepas.
Untuk keberlanjutan ekosistem tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama TNI, Polri, perguruan tinggi, dunia usaha, NGO, dan masyarakat melaksanakan penanaman mangrove.
"Perawatan mangrove dilakukan bersama komunitas peduli mangrove yang tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri," katanya. (*)
| Waspada! Gelombang Tinggi 6 Meter Berpotensi Terjadi di Cilacap |
|
|---|
| Cilacap Genjot 19 Desa Wisata, Targetkan Titik Nol KM Jadi Magnet Baru Wisatawan |
|
|---|
| Tabrakan dengan Tronton di Cilacap, Pengendara Motor Listrik Tewas |
|
|---|
| ABK Meninggal saat Melaut di Perairan Nusakambangan Cilacap |
|
|---|
| Jadi Kantong TKI Terbesar, Kenapa Warga Cilacap Banyak Kerja ke Luar Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/15102025-tanam-mangrove-di-Eduwisata-Mangrove-Demangkarta-cilacap.jpg)