Berita Banyumas
Progres Jalan Tol Pejagan–Cilacap, Harapan Baru Pertumbuhan Ekonomi di Jasela
Rencana pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap terus dibahas dan kini memasuki tahap perencanaan lanjutan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS – Rencana pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap terus dibahas dan kini memasuki tahap perencanaan lanjutan.
Dari hasil pertemuan terakhir dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), pemerintah mendorong agar keterlibatan investor dilakukan melalui pihak ketiga, seperti Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dunia usaha, maupun masyarakat.
Jalan tol ini telah tercatat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, dan diharapkan bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah bagian selatan atau Jasela.
Baca juga: "Masak Bupati Bisa Cari Investor, Pusat Tidak?" Sadewo Tagih Pembebasan Lahan Tol Pejagan-Cilacap
“Tol Pejagan–Cilacap sangat strategis karena Jateng selatan selama ini menjadi wilayah dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi. Infrastruktur ini bisa menjadi jawaban untuk mempercepat pemerataan pembangunan,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banyumas, Dedy Noerhasan kepada Tribunbanyumas.com, baru-baru ini.
Tol Pejagan–Cilacap dinilai sangat mendesak karena selama ini konektivitas antara jalur utara dan selatan Jawa masih terputus.
Jalan tol Trans Jawa dari Jakarta–Semarang–Surabaya belum sepenuhnya menghubungkan wilayah selatan.
“Akibatnya terjadi bottleneck."
Baca juga: Dibanding Provinsi Jasela, Bupati Banyumas Dukung Pembentukan Aglomerasi. Begini Pertimbangannya
"Secara ekonomi membebani tinggi karena distribusi barang dari Purwokerto ke Semarang atau Pelabuhan Tanjung Emas masih terkendala waktu tempuh yang panjang."
"Padahal, di era sekarang kecepatan pengiriman sangat menentukan daya saing,” jelasnya.
Selain itu, arus lalu lintas menuju Pejagan dari Purwokerto juga kerap mengalami kemacetan, terutama pada musim mudik dan libur panjang.
Kehadiran tol ini diharapkan menjadi solusi alternatif sekaligus memperlancar jalur Bandung–Cilacap–Surabaya.
Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terus mendorong agar Jalan Tol Pejagan–Cilacap masuk dalam program prioritas pemerintah pusat.
Harapannya, pembangunan tol ini bisa segera direalisasikan untuk mendukung perkembangan wilayah Brebes, Tegal, Banyumas, Kebumen, hingga Cilacap yang merupakan penyumbang angka kemiskinan tinggi di Jateng.
“Bagi masyarakat Banyumas dan Cilacap, jalan tol ini sudah lama dinantikan. Infrastruktur ini bukan hanya soal jalur cepat, tetapi juga peluang tumbuhnya investasi, wisata, hingga peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.
Dengan terealisasinya Jalan Tol Pejagan–Cilacap, masyarakat optimistis wilayah selatan Jawa Tengah bisa lebih kompetitif dan sejajar dengan kawasan utara dalam mendukung jalur logistik nasional.
Kabupaten Miskin
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono meminta pemerintah pusat merealisasikan pembangunan Tol Pejagan-Cilacap.
Pembangunan tol yang menghubungkan Brebes, Tegal, Banyumas, dan Cilacap itu dinilai mampu mendongkrak perekonomian Jawa Tengah bagian selatan (Jasela).
Dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur di Kawasan DIY dan Jasela di kantor DPD RI, Rabu (13/8/2025), Sadewo meminta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan.
Pasalnya, dirinya telah berhasil mencari investor untuk membiayai infrastruktur proyek Tol Pejagan-Cilacap.
Investor yang menyatakan diri siap membangun tol tersebut adalah BUMN dari Guangxi, China.
"Harapan saya, ini empat kabupaten miskin, Mas Menteri, jadi kasihanilah kami."
"Kalau ada jalan tol yang menghubungkan (Jateng) utara dan selatan itu Brebes semakin makmur, Banyumas semakin makmur, Cilacap semakin moncer," katanya.
Bupati Banyumas Sadewo memang ngotot agar Tol Pejagan-Cilacap terealisasi.
Pasalnya, keberadaan tol tersebut akan memperlancar upaya Pemkab Banyumas membangun dua kawasan industri yang bakal dibangun di Wangon dan Ajibarang.
Kehadiran Tol Pejagan-Cilacap dapat meningkatkan minat investor berinvestasi karena kelancaran infrastruktur.
Pemkab Banyumas telah menyiapkan lahan sekitar 54,84 hektare di Wangon untuk pembangunan Kawasan Industri Seti Madukoro.
"Kami siapkan lahan sekitar 54,84 hektare, yang merupakan aset milik pemerintah daerah," kata Sadewo di Purwokerto, Rabu (21/5/2025).
Lahan tersebut berada di tiga desa di dua kecamatan, yaitu Desa Randegan dan Desa Wangon, Kecamatan Wangon; serta Desa Parungkamal, Kecamatan Lumbir.
Menurut Sadewo, kehadiran kawasan industri juga menjadi solusi masalah pengangguran.
"Makanya saya teriak-teriak soal jalan tol karena ini saling terkait," kata Sadewo saat menghadiri pembukaan Jobfair Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Rabu (2/7/2025).
Kawasan Jasela
Rencana pembangunan Tol Pejagan-Cilacap, Tol Yogyakarta-Cilacap, hingga jalur kereta api Purwokerto-Wonosobo menjadi perhatian pemerintah pusat.
Pembangunan infrastruktur Jawa Tengah selatan (Jasela) ini dibahas khusus dalam rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rabu (13/8/2025) di kawasan Senayan, Jakarta.
Rapat ini mempertemukan empat gubernur dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Barat, serta para bupati dari kawasan Jasela dan DIY.
Agenda strategis ini diinisiasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sebagai upaya mempercepat pembangunan wilayah selatan Jawa.
"Pak Menko AHY menjadi pembicara utama untuk memaparkan kebijakan infrastruktur di Jateng bagian selatan," ujar Anggota DPD RI Jateng, Abdul Kholik, saat dikonfirmasi, Rabu (6/8/2025).
Menurut Kholik, selain pembangunan tol dan jalur kereta api, rapat juga membahas konektivitas wisata dari Dieng ke Banyumas dan Yogya.
Abdul Kholik mengatakan, rakor ini penting mengingat Jasela belum mendapat perhatian sebesar wilayah utara Jawa.
"Kami ingin, pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di utara. Kawasan Jasela butuh perhatian serius," jelasnya.
Menurut Kholik, pembangunan di Jasela juga dapat mengurangi urbanisasi warga.
Selama ini, banyak warga Jateng bagian selatan merantau ke Jakarta atau bahkan menjadi pekerja migran lantaran minimnya lapangan pekerjaan di wilayah mereka.
Pengembangan infrastruktur diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi.
"Kalau ekonomi selatan Jawa makmur, masyarakat tak perlu urbanisasi ke Jakarta. DKI pun diuntungkan karena banyak kebutuhan dasarnya disuplai dari Jateng," katanya.
Dalam forum ini, DPD RI juga mengundang perwakilan duta besar negara-negara sahabat.
Kehadiran mereka diharapkan dapat membuka kerja sama berbentuk Sister City dalam sektor maritim, pertanian, dan pariwisata.
"Kami ingin, bupati-bupati di Jasela berjejaring secara internasional, misalnya dengan kota Bilbao di Spanyol atau kota-kota pesisir Jepang," ucap Kholik.
Abdul Kholik juga mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah yang mulai mengembangkan pendekatan aglomerasi wilayah, seperti Solo Raya, yang ke depan akan diterapkan pula di Banyumas Raya untuk mendongkrak pemerataan pembangunan di Jateng. (*)
Baca juga: Infrastruktur Jasela Termasuk Tol Pejagan-Cilacap Mulai Dibahas, AHY Panggil 4 Gubernur dan Bupati
| Tidak Sia-sia Achmad Ngarit, Sapinya Dibeli Rp128 Juta untuk Kurban Presiden |
|
|---|
| Sadewo Umumkan Insentif Guru Ngaji dan Ponpes di Hadapan Jemaah Salat Id |
|
|---|
| Polresta Banyumas Tindak 194 Kendaraan Selama Mei 2026: Balap Liar dan Knalpot Brong Masih Jadi PR |
|
|---|
| Jembatan Kutasari Banyumas Diperbaiki dengan Biaya Rp 600 Juta |
|
|---|
| Seluruh Pelaku maupun Korban Pengeroyokan Mahasiswa Unsoed Jadi Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-pembangunan-jalan-tol_1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.