Berita Banyumas

Rahasia Sapi di Baturraden Bisa Hasilkan 15 Liter Susu Sehari: Pakan Hijauan & Silase

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SAPI UNGGUL BATURRADEN - Sapi-sapi perah bibit unggul berada di kandang modern BBPTU-HPT Baturraden, Minggu (3/8/2025), sebagai aset utama program swasembada susu nasional. Produktivitas sapi ini ditingkatkan dengan cara memberikan pakan berteknologi tinggi, yang membuat produksi susu per ekornya naik signifikan untuk memenuhi kebutuhan program pemerintah.

Dani Kusworo bahkan menyatakan potensi sapi di Baturraden masih bisa terus digali.

Angka 15 liter susu sehari bukanlah target akhir mereka.

“Potensi sapi kita ini sebenarnya luar biasa."

"Targetnya tahun ini bisa 20 liter per ekor per hari," ujarnya penuh optimisme.

Jika target 20-25 liter per ekor tercapai, maka total produksi susu Baturraden bisa tembus 12.000 liter per hari pada 2026.

Keberhasilan penerapan teknologi pakan ini pun mendapat apresiasi langsung dari pemerintah pusat.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengunjungi Baturraden pada Minggu (3/8/2025).

Ia memuji peran strategis balai ini dalam mendukung program swasembada pangan.

"Penguatan pembibitan ternak dan hijauan pakan merupakan strategi nasional meningkatkan kemandirian pangan asal hewan," tegas Wamentan.

Dalam kunjungannya, Wamentan Sudaryono juga memimpin sebuah seremoni.

Berdiri di depan sebuah truk merah, Wamentan yang mengenakan kemeja putih tampak gembira.

Ia bersama para pejabat lain bertepuk tangan dengan meriah.

Momen ini adalah sebuah simbol pelepasan bibit sapi unggul dari Baturraden.

Ini menjadi penanda dukungan pemerintah terhadap inovasi yang dilakukan, termasuk di bidang teknologi pakan.

Peningkatan produktivitas ini sendiri sangat vital.

Tujuannya adalah untuk mendukung kesuksesan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan mampu menghasilkan 15 liter susu sehari per ekor, Baturraden bisa memasok lebih banyak susu untuk anak-anak sekolah.

Kini, rahasia sapi Baturraden telah terungkap.

Bukan sihir, melainkan ilmu pengetahuan dan teknologi pakan yang diterapkan secara konsisten.

Berita Terkini