TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Sapi-sapi perah di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden kini semakin produktif.
Produksi susu per ekornya berhasil mengalami kenaikan yang sangat signifikan.
Dari yang tadinya hanya mampu menghasilkan 9-10 liter, kini rata-rata bisa mencapai 15 liter susu sehari.
Baca juga: Baturraden Targetkan Produksi 12.000 Liter Susu per Hari pada 2026
Lalu, apa rahasia di balik peningkatan produksi yang luar biasa ini?
Ternyata, kuncinya bukanlah sihir, melainkan penerapan inovasi teknologi pakan modern.
Kepala BBPTU-HPT Baturraden, Dani Kusworo, membeberkan rahasia ini.
Ia menjelaskan, peningkatan produktivitas ini adalah buah dari penerapan beberapa metode pakan yang canggih.
Metode pertama adalah penggunaan pakan hijauan yang berkualitas tinggi.
Metode kedua adalah pembuatan silase, yaitu pakan yang diawetkan melalui proses fermentasi.
Dan metode ketiga adalah penggunaan mineral blok buatan sendiri untuk suplemen ternak.
Kombinasi tiga teknologi pakan inilah yang membuat sapi-sapi di Baturraden lebih sehat dan produktif.
Di dalam kandang yang modern, terlihat jelas sapi-sapi perah unggul di Baturraden.
Mereka sedang lahap menyantap pakan hijauan yang tersedia di palungan masing-masing.
Kondisi sapi yang sehat dan gemuk menjadi bukti nyata dari keberhasilan penerapan teknologi pakan ini.
Pakan berkualitas inilah rahasia di balik kemampuan mereka untuk bisa menghasilkan 15 liter susu sehari.
Dani Kusworo bahkan menyatakan potensi sapi di Baturraden masih bisa terus digali.
Angka 15 liter susu sehari bukanlah target akhir mereka.
“Potensi sapi kita ini sebenarnya luar biasa."
"Targetnya tahun ini bisa 20 liter per ekor per hari," ujarnya penuh optimisme.
Jika target 20-25 liter per ekor tercapai, maka total produksi susu Baturraden bisa tembus 12.000 liter per hari pada 2026.
Keberhasilan penerapan teknologi pakan ini pun mendapat apresiasi langsung dari pemerintah pusat.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengunjungi Baturraden pada Minggu (3/8/2025).
Ia memuji peran strategis balai ini dalam mendukung program swasembada pangan.
"Penguatan pembibitan ternak dan hijauan pakan merupakan strategi nasional meningkatkan kemandirian pangan asal hewan," tegas Wamentan.
Dalam kunjungannya, Wamentan Sudaryono juga memimpin sebuah seremoni.
Berdiri di depan sebuah truk merah, Wamentan yang mengenakan kemeja putih tampak gembira.
Ia bersama para pejabat lain bertepuk tangan dengan meriah.
Momen ini adalah sebuah simbol pelepasan bibit sapi unggul dari Baturraden.
Ini menjadi penanda dukungan pemerintah terhadap inovasi yang dilakukan, termasuk di bidang teknologi pakan.
Peningkatan produktivitas ini sendiri sangat vital.
Tujuannya adalah untuk mendukung kesuksesan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan mampu menghasilkan 15 liter susu sehari per ekor, Baturraden bisa memasok lebih banyak susu untuk anak-anak sekolah.
Kini, rahasia sapi Baturraden telah terungkap.
Bukan sihir, melainkan ilmu pengetahuan dan teknologi pakan yang diterapkan secara konsisten.