Sebaliknya, keluarga korban melihat, kemungkinan adanya kasus besar yang sebenarnya.
Baca juga: Eks Wali Kota Semarang Sukawi Dipanggil Polda Jateng, Terkait Dugaan Korupsi yang Tewaskan Iwan Budi
Yas mengatakan, kasus dugaan korupsi tanah hibah itu hanya pengalihan atau penyesatan untuk menutupi kasus yang lebih besar tersebut.
"Diduga, pihak-pihak pelaku paranoid atas panggilan Iwan Budi ke polisi. Mereka mungkin takut, jangan-jangan akan melebar ke kasus lain," paparnya.
Dia berharap, kasus korupsi yang berkaitan dengan Iwan Budi lekas terbongkar karena berpotensi sebagai pintu masuk kasus pembunuhan korban yang sudah dua tahun tak kunjung terbongkar.
"Kami sudah meminta bertemu Kapolda untuk membahas kasus ini tapi belum direspon."
"Untuk Polrestabes Semarang, kami sedang minta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) terbaru," kata dia. (*)
Baca juga: Berstatus Desa Cerdas, Apa Keunggulan 45 Desa di Kudus Ini?
Baca juga: Keracunan Makanan Ratusan Karyawan Pabrik di Pati Bukan Dipicu Bakteri, Begini Kata Dinkes Jateng