Hal itu dilakukan agar hewan kurban tidak merasa kesakitan ketika hendak disembelih.
"Kami sudah memberikan pelatihan cara merebahkan hewan kurban sehingga tidak terkesan menyiksa hewan saat menjatuhkan dan akan disembelih," terangnya.
Ia menjelaskan, proses penyembelihan hewan kurban harus menggunakan pisau tajam.
Mata hewan kurban juga harus ditutup sesuai syariat islam sebelum disembelih.
"Menyembelih hewan kurban yang pertama mengucap bismillah dan takbir, dilanjutkan meraba pangkal tenggorokan agar semua saluran udara, darah, dan saluran makan bisa terputus semua."
"Nah, telinganya ini bisa dipakai untuk menutup matanya." imbuhnya.
Puji Yuwono mengingatkan, tukang jagal dan pembantunya agar memastikan hewan kurban lain tak melihat ketika sedang berlangsung proses penyembelihan.
Baca juga: Tak Perlu Datang ke Dispendukcapil, Warga Kendal Bisa Urus Administrasi Kependudukan di Kantor Desa
Jika sampai melihat, dikhawatirkan hewan kurban yang lain bisa stres dan memberontak.
"Usahakan jangan sampai hewan yang lain melihat saat ada hewan yang sedang disembelih," tuturnya.
Jangan Pakai Pisau Gagang Kayu
Terpisah, dokter hewan Sony Handoko mengingatkan tukang jagal agar menggunakan gagang pisau yang tidak terbuat dari kayu untuk proses penyembelihan.
Ia khawatir, apabila darah hewan kurban menempel membuat pisau jadi najis.
"Usahakan percikan darah hewan kurban segera dibersihkan sebab itu najis. Bahkan untuk gagang pisau diusahakan pakai plastik atau sejenisnya," paparnya. (*)
Baca juga: Berpedoman Wukuf di Arafah Sabtu, Puluhan Ribu Jemaah MTA Solo Raya Gelar Salat Iduladha Hari Ini