Berita Semarang

2 Orang Suporter PSIS Semarang Pecahkan Kaca Mobil, Tak Terima Wajahnya Kesampluk

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi kaca mobil pecah. 2 orang suporter PSIS Semarang harus berurusan dengan polisi lantaran memecahkan kaca mobil saat hendak menonton tim kesayangan mereka bertandinga melawan Arema FC di semifinal Piala Presiden di Stadion Jatidiri, Kamis (7/7/2022).

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - 2 orang suporter PSIS Semarang harus berurusan dengan polisi usai menonton laga tim kesayangan mereka melawan Arema FC pada semifinal Piala Presiden 2022.

2 orang oknum suporter PSIS Semarang tersebut memecahkan kaca mobil di Jalan Tentara Pelajar atau sekitar Pasar Kambing pada Kamis (7/7/2022).

2 suporter PSIS Semarang itu bernama Teguh Tri Prasetiyo Utomo (26) dan Luthfi Pratama (27).

Keduanya saat itu berbocengan menggunakan sepeda motor akan menuju  Stadion Jatidiri menonton laga leg pertama semifinal Piala Presiden 2022, PSIS melawan Arema FC.

Baca juga: Terdesak Bayar Kos, Pemuda asal Boja Kendal Begal Ojol di Kota Semarang. Beraksi Dibantu Kekasih

Dua pelaku aksi pecah kaca mobil menggunakan batu di area pasar Kambing dihadirkan di Polrestabes Semarang, Rabu (13/7/2022). Keduanya diketahui seorang suporter PSIS yang saat itu hendak menonton laga semi final Piala Presiden PSIS melawan Arema FC pada Kamis (7/7/2022) lalu. (tribunbanyumas.com/rahdyan)

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan mengatakan, saat kejadian pelapor atau korban bersama keluarga menggunakan mobil.

Saat itu mobil dikemudikan istri pelapor dan kondisi jalanan macet

"Pelapor duduk di kursi bagian belakang mengeluarkan tangannya memberikan kode agar sepeda motor yang ada disamping mobilnya memperlambat laju.

Namun tangan korban mengenai satu diantara pelaku," tuturnya saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (13/7/2022).

Baca juga: Piala Presiden, Kehadiran Suporter, Optimisme PSIS Semarang

Hal itu membuat pelaku tidak terima dan mengejar mobil korban.

Namun saat itu mobil yang dikendarai istri pelapor tersebut tidak mengurangi kecepatannya, malah justru terus melaju.

Aksi pecah kaca yang dilakukan kedua pelaku direkam oleh korban yang melaju searah di jalan tersebut.

Pada rekaman itu, kedua orang tersebut terlihat geram mengejar mobil itu.

Baca juga: Ini Modus Copet Yang Dilakukan 5 Suporter Arema FC di Semarang, Atur Strategi Sejak dari Malang

Kedua orang itu menyalip dari sisi kiri dan pembonceng terlihat jelas dengan raut wajah marah meminta pengemudi mobil meminggirkan mobilnya.

Namun pengemudi  terus melanjutkan mobilnya.

Hingga akhirnya kedua orang ini berhenti sejenak mengambil batu dan melanjutkan mengejar mobil korban.

Pada rekaman itu terlihat pembonceng membawa batu besar.

Baca juga: Nyambi Jadi Copet, 5 Suporter Arema FC Ditangkap saat Laga Semifinal Piala Presiden di Semarang

Hingga pada akhirnya pembonceng menimpuk kaca belakang mobil hingga pecah menggunakan batu yang dibawanya.

"Melihat korban tidak berhenti, akhirnya pelaku mengambil batu dan melempar kaca mobil itu.

Pelaku tidak menghentikan lajunya terus menuju ke Jatidiri," jelasnya.

Ia menuturkan kedua tersangka ditangkap tim Resmob Polrestabes Semarang pada di daerah Telaga Bodas setelah selesai pertandingan Sepak Bola.

Keduanya dijerat dengan pasal  406 KUHP atau Pasal 170 ayat 1. 

"Tersangka terancam hukuman penjara paling  lama 2 tahun 8  bulan atau dihukum penjara selama-lamanya 5  tahun 6 bulan," tandasnya.

Baca juga: SD Negeri di Kabupaten Semarang Ini Tak Punya Siswa Baru Tahun Ini, Terungkap Penyebabnya

Sementara itu, seorang pelaku, Luthfi mengaku saat itu kesal karena wajahnya terkena tangan korban.

Dia mengejar korban agar berhenti.

"Saya kesampluk (terkena) tangan korban kena wajah.

Saya gedor mobilnya pakai tangan tidak mau berhenti.

Saya kejar juga ga mau berhenti.

Akhirnya mengambil batu di jalan," tutur dia.

Baca juga: Arti Kekalahan di Piala Presiden Bagi Pemain Rekrutan Baru PSIS Semarang

Ia mengambil tujuan untuk menghentikan mobil itu.

Dirinya mengaku tidak sengaja melemparkan batu tersebut hingga memecahkan kaca belakang mobil.

"Niatnya cuma mau menghentikan tapi batunya terlepas," tandasnya.(*)

Berita Terkini