Jumat, 12 Juni 2026

Pemkab Banyumas

Banyumas Perluas Akses Belajar, Revitalisasi 34 Sekolah hingga Penyediaan Bus Gratis

Program ini didukung oleh anggaran APBN melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta dilaksanakan secara swakelola

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rustam Aji
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
REVITALISASI SEKOLAH - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Banyumas bertema di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Sabtu (25/4/2026). Bupati Sadewo Tri Lastiono, justru menegaskan akan tetap berdiri menjadikan Kabupaten Banyumas dan Purwokerto menjadi kota pendidikan dan pariwisata.  

Menurutnya, sejak dahulu Banyumas dikenal sebagai pusat pendidikan dan pariwisata.

Ia bahkan optimistis Purwokerto dan Banyumas dapat menjadi tujuan pendidikan kedua di Jawa Tengah. 

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan lahan pembangunan sekolah rakyat dan sekolah terintegrasi, yang proposalnya telah diajukan dan diharapkan segera direalisasikan.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam pelaksanaan program.

Mulai dari potensi keterlambatan pekerjaan, kendala ketersediaan material, hingga perlunya penguatan pengendalian mutu dan administrasi.

Untuk itu, pemerintah daerah terus mendorong pengawasan ketat melalui monitoring rutin, percepatan pelaksanaan, serta penguatan komitmen seluruh pihak agar kegiatan berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan akuntabel.

Baca juga: Solusi Cerdas Sawah Pesisir: Padi Biosalin di Jepara Mampu Hasilkan 7 Ton Meski Dihantam Rob

Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga mengimplementasikan sejumlah program pendukung melalui dinas terkait.

Salah satunya adalah program "Pasti Sekolah", yang dihadirkan sebagai komitmen memastikan tidak ada anak di Banyumas yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga menghadirkan program bus sekolah gratis Banyumas. 

Program ini tidak hanya melayani siswa, tetapi juga guru, terutama di wilayah perbatasan dan daerah terpencil yang sulit dijangkau transportasi umum.

Selain meningkatkan akses, program ini juga bertujuan mengurangi beban biaya transportasi orang tua serta menekan penggunaan sepeda motor oleh pelajar di bawah umur yang belum memiliki izin mengemudi.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengungkapkan rencana penguatan peran penilik sekolah. 

Sebanyak 78 penilik akan mendapatkan motor operasional baru mendukung pendataan anak tidak sekolah dan peningkatan kualitas pendidikan.

Menariknya, anggaran pengadaan motor tersebut berasal dari efisiensi, termasuk jatah mobil dinas bupati yang tidak diambil selama masa jabatan.

"Duitnya dari mana? Salah satunya dari jatah mobil dinas bupati yang tidak saya ambil," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved