Senin, 27 April 2026

HUT RI

Meriah, Anak Layangan Hingga Luffy One Piece Ikut Upacara HUT RI di Kandri Semarang

Upacara HUT RI di Kandri, Kota Semarang, diikuti warga memakai kostum uni, mulai dari anak layangan hingga Luffy One Piece.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/REZANDA AKBAR
NYANYIKAN LAGU KEBANGSAAN - Warga Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat upacara HUT RI di lapangan setempat, Minggu (17/8/2025). Warga memakai kostum unik, termasuk di antaranya tokoh Monkey D Luffy dari animasi One Piece yang tengah naik daun, unuk memeriahkan acara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Wahid, warga Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, tampil mencolok saat upacara HUT RI di wilayahnya, Minggu (17/8/2025).

Di tengah berisan warga yang memakai pakaian adat Jawa, Wahid memilih tampil lebih kasual.

Wahid memakai baju merah yang tak dikancingkan, celana pendek selutut, topi jerami kuning, serta selempang kain menyerupai kostum tokoh utama anime One Piece, Monkey D Luffy.

Wahid mengaku, penampilannya bukan sekadar hiburan atau gaya-gayaan tetapi mengandung pesan simbolik yang ingin dia sampaikan.

"Saya memang nonton animasi ini (One Piece). Saya mengikuti dan Luffy itu ekspresi dari orang yang pengin keadilan, pengin kejujuran itu dijunjung setinggi-tingginya," kata Wahid di Lapangan RW 01 Kandri.

Baca juga: Pernah Gabung Jamaah Islamiyah, Khairullah Kini Bangun Benteng NKIR Lewat Pesantren di Semarang

Ia menegaskan, kostum yang ia kenakan merupakan bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilainya masih kerap merugikan rakyat kecil.

"Iya, ini sebagai simbol perlawanan. Karena sekarang, masih banyak kebijakan-kebijakan yang kontroversi, yang merugikan rakyat," ujarnya.

Salah satu kebijakan yang paling disoroti Wahid adalah soal pajak. 

Menurutnya, masyarakat desa sering kali kaget ketika tiba-tiba ada kenaikan pajak tanpa sosialisasi yang jelas.

"Ya, terutama yang lagi viral ini pajak. Di tempat saya juga kemarin ujug-ujug naik."

"Kita nggak tahu maksudnya apa."

"Warga desa kan kurang mudeng, makanya masyarakat sekarang hraus banyak belajar biar tidak dibodohi," ungkapnya.

Meski menyampaikan kritik, Wahid tetap menaruh harapan besar bagi bangsa di momen Kemerdekaan RI ini.

"Semoga, semua rakyat Indonesia tetap bersatu, jangan gampang terprovokasi."

"Dan terutama, semoga, para pemimpin kita sadar, jangan takut sama KPK, takutlah sama Tuhan," tambahnya.

Baca juga: Cerita Anggota Paskibra Banyumas Jalankan Tugas di HUT RI: Harus Senyum meski Deg-degan

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved