Jumat, 1 Mei 2026

Berita Pati

Direktur RSUD Pati Bantah Kabar Jurnalis Meninggal, Total 33 Korban Luka Ringan

Beredar kabar jurnalis tewas saat demo ricuh di Pati, pihak RSUD Soewondo dan media terkait pastikan kabar itu hoaks.

Tayang:
DOKUMENTASI WARGA
KORBAN KERICUHAN PATI - Seorang warga bernama Lilik Yuliantoro, tergeletak lemas saat meliput aksi unjuk rasa di Alun-Alun Pati, Rabu (13/8/2025), diduga akibat terkena efek tembakan gas air mata. Ia sempat dilarikan ke RSUD RAA Soewondo karena sesak napas, namun pihak rumah sakit dan medianya memastikan kondisinya baik-baik saja dan membantah kabar hoaks bahwa ia meninggal dunia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Di tengah kericuhan aksi unjuk rasa di Alun-Alun Pati, Rabu (13/8/2025), beredar kabar hoaks yang menyebut seorang awak media meninggal dunia saat bertugas.

Kabar tersebut langsung dibantah oleh pihak RSUD RAA Soewondo Pati yang menangani para korban luka.

Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, Rini Susilowati, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Baca juga: Pernyataan Bupati Sudewo setelah Dituntut Mundur Massa Demo Pati, Janji Perbaiki Diri

Ia juga mengonfirmasi korban dalam kondisi baik.

"Yang wartawan juga kondisinya tidak apa-apa. Hanya sempat sesak napas. Sudah dirawat dengan baik, dokter spesialis juga turun semua," kata Rini saat dikonfirmasi, Rabu (13/8/2025).

Pria itu diketahui bernama Lilik Yuliantoro dari Tuturpedia.

Pihak redaksi Tuturpedia juga telah mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah kabar bohong tersebut dan menyatakan kondisi Lilik hanya lemas akibat efek gas air mata.

Lebih lanjut, Rini menjelaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya telah merawat total 33 orang korban luka akibat kericuhan demo.

"Sampai saat ini jumlah totalnya 33 orang yang dirawat. Tapi kelihatannya ada tambahan lagi yang masuk dari rumah sakit swasta," jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh korban yang dirawat di RSUD Soewondo hanya mengalami luka-luka ringan dan tidak ada yang dalam kondisi fatal.

Aksi unjuk rasa yang menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya itu memang diwarnai kericuhan pada siang hari, yang membuat aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved