Jumat, 15 Mei 2026

Berita Pati

Massa Soraki Bupati Pati Sudewo saat Kirab, Terdengar Seruan dan Bersorak: 'Muleh! Muleh!'

Di beberapa titik, massa menyoraki Sudewo, “Huuu! Huuu!”. Terdengar pula ada yang bersorak, “Muleh! Muleh! Muleh! (Pulang! Pulang! Pulang!).”

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Rustam Aji
TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal 
DISORAKI - Dari atas kereta kuda, istri Bupati Pati Sudewo, Atik Kusdarwati, mengacungkan gestur tangan simbol cinta ke arah posko donasi Masyarakat Pati Bersatu. Momen tersebut terjadi pada kegiatan Kirab Boyongan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati, ketika massa menyoraki Bupati Pati Sudewo. 

Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Kembang Joyo ini mengatakan, dia merasa keberatan tarif PBB-P2 naik.

“Kebijakan ini sangat memberatkan masyarakat. Bupati tidak melihat kondisi masyarakat. PKL seperti saya ini pendapatannya tidak menentu. Sedangkan kalau pajak naik, bahan pokok juga nantinya akan naik,” kata dia.

Thukul juga membantah klaim Sudewo yang mengatakan PBB-P2 tidak pernah naik dalam 14 tahun terakhir.

Baca juga: Ditinggal Salat Maghrib, Dapur Produksi Gula Jawa di Cilongok Banyumas Terbakar

Menurut dia, pada masa pemerintahan bupati sebelumnya, yakni Haryanto, tarif PBB-P2 sudah pernah naik.

“Bupati bohong kalau bilang dalam 14 tahun pajak tidak pernah naik. Zaman Pak Haryanto pajak saya dari Rp36 ribu pernah naik jadi Rp60 ribuan. Itu pada tahun 2022 kalau tidak salah,” ucap dia.

Thukul mengaku, pada 2025 ini dia belum melunasi PBB-P2. Adapun waktu jatuh temponya adalah September. Dia ingin melihat dulu hasil unjuk rasa 13 Agustus besok.

“Saya lihat dulu dengan adanya demo ini bagaimana hasilnya, apakah berubah kebijakannya,” tandas dia. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved