Rabu, 3 Juni 2026

Proyek Tol Jogja Bawen

Makam Nyai Pedelingan di Bukit Lonjong Ambarawa Terkena Proyek Tol Jogja-Bawen

500-an Makam dan Satu Punden di Lonjong Ambarawa terdampak pembebasan proyek Tol Jogja-Bawen, termasuk Makam Nyai Pedelingan

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Rustam Aji
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
BAKAL TERGUSUR TOL - Permakaman di Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang di mana terdapat sebuah cungkup yang menaungi Makam Nyai Pedelingan, Selasa (5/8/2025). Tempat tersebut terdampak proyek Tol Jogja-Bawen sehingga harus dipindah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN – Pemerintah merencanakan pembangunan proyek strategis nasional Tol Jogja–Bawen, dan perbukitan tempat makam Nyai Pedelingan, termasuk dalam jalur pembangunan Seksi 6, Bawen–Ambarawa.

Nyai Pedelingan merupakan sosok yang dipercaya sebagai cikal bakal masyarakat Dusun Lonjong.

Makam Nyai Pedelingan, tokoh yang dihormati dan dianggap sebagai punden, makam leluhur yang keberadaannya sakral dalam tradisi Jawa.

Namun, keberadaan makam Nyai Pedelingan bakal tergusur seiring dengan pelaksanaan proyek tol Jogja-Bawen.

Pemindahan makam pun menjadi keniscayaan. "Di Ngampin, awalnya ada tiga lokasi makam yang terdampak. Namun setelah pengukuran, tinggal dua yang resmi akan dipindah, yaitu di Seneng dan Lonjong," kata Lurah Ngampin, Dwi Prapti Retnaningsih, saat ditemui di kantornya oleh Tribun Jateng, Selasa (5/8/2025).

Dwi menyebutkan, terdapat sekitar 530 makam, termasuk makam punden Nyai Pedelingan di permakaman tersebut.

Menurut dia, pemindahan makam punden nantinya melalui sejumlah ritual dari warga setempat.

“Ada falsafah orang Jawa yang harus dihormati, ada ritual, pengajian, selametan. Semuanya harus dijalankan,” kata Dwi.

Baca juga: Destinasi Wisata Waduk Kumbangkangkung Cilacap Mulai Merana, Pengunjung Menurun Drastis

Dari perangkat RT dan RW setempat, langkah-langkah awal telah dimulai. 

Setiap makam di sana telah diberi nomor untuk mempermudah pendataan. 

Nomor-nomor itu terpancang rapi di atas nisan, menunggu kehadiran para ahli waris yang diharapkan datang dan melapor.

“Dokumentasi setiap makam sudah kami siapkan. Harapannya saat pemindahan nanti, data bisa lebih akurat dan ahli waris bisa terkumpul,” imbuh Dwi.

Namun ada tantangan besar. 

Hingga kini, lokasi baru pemakaman belum sepenuhnya siap. 

Masyarakat berharap pemindahan dilakukan ke lokasi yang lebih tinggi, sekitar 400 meter dari tempat pemakaman lama. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved