sekolah rusak
Murid SDN Karangbale 01 Brebes Terpaksa Belajar di Teras Masjid
Murid kelas 2 di SDN Karangbale 01, Kecamatan Larangan, Brebes, terpaksa belajar di emperan masjid karena sekolah mereka kekurangan ruang kelas.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: rika irawati
Heri mengaku sudah mengajukan bantuan rehabilitasi atau perbaikan sekolah kepada Pemkab Brebes sejak tahun 2019, tetapi sampai sekarang belum terealisasi.
"Ini proposalnya (pengajuan perbaikan—Red) ada. Kemudian tahun 2020 saya mengajukan lagi, dan tahun berikutnya juga mengajukan lagi, tapi belum rezekinya," bebernya.
Selain tidak memiliki ruangan kelas, menurut dia, kondisi bangunan juga sudah rapuh.
Bahkan, karena takut sekolahnya ambruk, bagian atap bangunan diberi tiang penyangga kayu.
Tak sedikit pula plafon ruang kelas yang rusak dan membahayakan siswa saat belajar.
Baca juga: Perempuan ASN di Brebes Banyak Ajukan Cerai, Tiap Tahun Meningkat: Ini Pokok Masalahnya!
Kondisi lain, gedung sekolah yang lebih rendah dari jalan raya ini juga mengakibatkan sering terjadinya banjir.
Dia berharap kepada dinas terkait agar segera melakukan tindakan dan memberikan bantuan untuk membangun satu ruang kelas.
Hal ini mengingat anak-anak yang sedang bersemangat untuk belajar agar bisa mendapatkan tempat yang nyaman dan layak.
"Kami mohon kepada dinas terkait agar bisa secepatnya melakukan perbaikan sekolah ini," ucap Heri.
Usulan Perbaikan
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes, Caridah mengatakan, SDN Karangbale 01 pada awal 2025 sudah diusulkan untuk segera dilakukan perbaikan.
Data kerusakan sudah diusulkan bantuan rehab ruang kelas sebanyak empat lokal.
"Kepala sekolah sudah kami undang ke desk, untuk prioritas mendapatkan bantuan. Silakan dari sekolah mengirimkan proposal atau usulan permohonan bantuan. Kepala sekolah dan operator kami undang ke dinas untuk cek sinkron tidaknya Dapodik Sarpras," tandasnya.
Sementara salah satu wali murid, Anisah mengaku resah atas kondisi sekolah yang rawan ambruk.
Apalagi saat musim penghujan, sekolah kebanjirab sehingga ang menghambat proses belajar mengajar.
"Harapan saya, ya sekolah segera diperbaiki," harapnya. (*)
Artikel ini tayang di Tribun Jateng cetak edisi Selasa, 29 Juli 2025
| Jembatan Karanganyar Dibuka, Tukang Becak Motor Tak Lagi Sepi Penumpang |
|
|---|
| Tragedi Berdarah di Dadapsari Semarang: Ayah Kehilangan Dua Anak Sekaligus Akibat Cekcok Maut |
|
|---|
| Evakuasi Truk Tembakau Terguling di Tol Jangli–Gayamsari Semarang Gunakan Crane |
|
|---|
| Semarang Kota Toleran, Wali Kota Agustina: Pawai Ogoh-Ogoh Jadi Ruang Lintas Agama |
|
|---|
| Ditinggal Kenduren, Warung di Kebumen Kebobolan Maling untuk Ketiga Kalinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/BELAJAR-DI-MASJID.jpg)