Rabu, 29 April 2026

sekolah rusak

Murid SDN Karangbale 01 Brebes Terpaksa Belajar di Teras Masjid 

Murid kelas 2 di SDN Karangbale 01, Kecamatan Larangan, Brebes, terpaksa belajar di emperan masjid karena sekolah mereka kekurangan ruang kelas.

|
Penulis: Achiar M Permana | Editor: rika irawati
TRIBUN JATENG/WAHYU NUR KHOLIK
BELAJAR DI MASJID – Para murid SDN Karangbale 01, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, belajar di teras masjid di dekat sekolah, Senin (28/7/2025). Kurangnya ruang kelas membuat mereka terpaksa belajar di teras masjid. 

BREBES, TRIBUN - Para murid kelas 2 di SDN Karangbale 01, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, tetap bersemangat meski belajar di emperan masjid dekat sekolah. 

Sebanyak 29 murid terpaksa belajar di tempat itu, lantaran sekolah kekurangan ruang kelas.

Para murid belajar di emperan masjid bukan hanya sebulan dua bulan.

Mereka telah belajar di tempat itu setahun belakangan.

Kepala SDN Karangbale 01, Heri Purnomo mengungkap, kondisi sekolah yang ia pimpin memprihatinkan, dari mulai kekurangan kelas, bangunan yang hampir ambruk dan kebanjiran.

Baca juga: Emak-emak di Brebes Nangis Histeris di Angkot Usai Kecopetan

Menurut Heri, di sekolah tersebut hanya terdapat lima ruang kelas, sedangkan jumlah rombongan belajar (rombel) ada enam kelas. 

Oleh karena itu, satu kelas terpaksa belajar di teras masjid, yaitu siswa kelas 2.

"Ini untuk yang belajar di luar kelas hanya satu kelas, sudah berjalan satu tahun,” kata Heri kepada Tribun Jateng, Senin (28/7/2025). 

Heri mengatakan, proses pembelajaran di teras masjid dilakukan dengan keterpaksaan karena ketiadaan ruang kelas.

“Kalau memang ruang kelas yang ada disekat, ruangannya juga kecil, tidak memungkinkan. Jadi, jadi saya menyuruh belajar di luar kelas,” kata Heri. 

“Yang penting pembelajaran dapat berjalan dengan baik, meskipun seperti ini keadaannya," lanjutnya.

Selain kekurangan ruang kelas, sekolah tersebut juga tidak mempunyai ruang UKS, laboratorium, dan perpustakaan.

Bahkan, untuk ruang kerja kepala sekolah juga menyatu dengan ruang guru.

Selain itu, toilet di sekolah juga sudah rusak.

"Untuk toilet bahkan sekarang sudah tidak dipakai lagi karena sudah rusak. Toilet sebetulnya ada dua tapi rusak semua, jadi untuk saat ini, baik guru maupun siswa kalau mau buang air numpang ke toilet masjid," bebernya.

Heri mengaku sudah mengajukan bantuan rehabilitasi atau perbaikan sekolah kepada Pemkab Brebes sejak tahun 2019, tetapi sampai sekarang belum terealisasi.

"Ini proposalnya (pengajuan perbaikan—Red) ada. Kemudian tahun 2020 saya mengajukan lagi, dan tahun berikutnya juga mengajukan lagi, tapi belum rezekinya," bebernya.

Selain tidak memiliki ruangan kelas, menurut dia, kondisi bangunan juga sudah rapuh.

Bahkan, karena takut sekolahnya ambruk, bagian atap bangunan diberi tiang penyangga kayu.

Tak sedikit pula plafon ruang kelas yang rusak dan membahayakan siswa saat belajar.

Baca juga: Perempuan ASN di Brebes Banyak Ajukan Cerai, Tiap Tahun Meningkat: Ini Pokok Masalahnya!

Kondisi lain, gedung sekolah yang lebih rendah dari jalan raya ini juga mengakibatkan sering terjadinya banjir.

Dia berharap kepada dinas terkait agar segera melakukan tindakan dan memberikan bantuan untuk membangun satu ruang kelas.

Hal ini mengingat anak-anak yang sedang bersemangat untuk belajar agar bisa mendapatkan tempat yang nyaman dan layak.

"Kami mohon kepada dinas terkait agar bisa secepatnya melakukan perbaikan sekolah ini," ucap Heri.

Usulan Perbaikan

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes, Caridah mengatakan, SDN Karangbale 01 pada awal 2025 sudah diusulkan untuk segera dilakukan perbaikan.

Data kerusakan sudah diusulkan bantuan rehab ruang kelas sebanyak empat lokal.

"Kepala sekolah sudah kami undang ke desk, untuk prioritas mendapatkan bantuan. Silakan dari sekolah mengirimkan proposal atau usulan permohonan bantuan. Kepala sekolah dan operator kami undang ke dinas untuk cek sinkron tidaknya Dapodik Sarpras," tandasnya.

Sementara salah satu wali murid, Anisah mengaku resah atas kondisi sekolah yang rawan ambruk.

Apalagi saat musim penghujan, sekolah kebanjirab sehingga ang menghambat proses belajar mengajar.

"Harapan saya, ya sekolah segera diperbaiki," harapnya. (*)

Artikel ini tayang di Tribun Jateng cetak edisi Selasa, 29 Juli 2025 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved