Minggu, 10 Mei 2026

Berita Purbalingga

Buka Konferensi PWI Purbalingga, Plt Bupati Dimas Ingatkan Wartawan Soal Verifikasi dan Kurasi

Plt Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengingatkan wartawan agar bekerja sesuai kaidah jurnalisme, melakukan verifikasi dan kurasi informasi. 

Tayang:
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/FARAH ANIS RAHMAWATI
BERI SAMBUTAN - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani memberi sambutan dalam Konferensi PWI di GOR OR Graha Adiguna, Kompleks Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Jumat (18/7/2025). Dimas mengingatkan wartawan bekerja sesuai kaidah jurnalisme, melakukan verifikasi dan kurasi informasi.  

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani memperingatkan wartawan terkait etika jurnalistik dan penyaringan informasi yang ketat dalam memberitakan.

Hal ini disampaikan Dimas saat membuka Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Purbalingga periode 2025-2028 resmi, di Gedung OR Graha Adiguna, Kompleks Pendopo Dipokusumo, Jumat (18/7/2025) pagi. 

Dimas yang juga wakil bupati (wabup) Purbalingga tersebut juga mengajak wartawan menjadi garda terdepan melawan berita hoaks serta menyebarkan informasi yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Ia berharap, wartawan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada publik. 

Baca juga: Akhir Kisruh Pencemaran Kandang Ayam di Padamara Purbalingga, Pemilik Akhirnya Bersedia Pindah

Menurutnya, perbedaan antara wartawan dan content creator terletak pada proses verifikasi dan kurasi informasi. 

"Wartawan bekerja berdasarkan etika jurnalistik dan mekanisme penyaringan informasi yang ketat, tidak asal unggah seperti yang kerap kita jumpai di media sosial," kata Dimas dalam sambutannya.

Dimas menambahkan, tingkat kepercayaan publik terhadap informasi media massa masih lebih tinggi.

Hal ini karena produk jurnalistik yang dihasilkan dapat lebih dipertanggungjawabkan secara etik dan profesional. 

Jurnalisme Akuntabel

Sementara, Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS mengatakan, di tengah era duopoli media, antara media massa dan media sosial, wartawan saat ini dihadapkan pada tantangan yang besar. 

Baca juga: 113.913 Warga Purbalingga Dapat Bantuan Beras Masing-masing 20 Kg, Rapelan Dua Bulan

Maka dari itu, dia menekankan pentingnya jurnalisme yang akuntabel, melalui verifikasi dan standar etik yang kuat. 

"Peran media mainstream sangat penting sebagai penyeimbang informasi. Wartawan tidak hanya menyampaikan berita tetapi juga menjalankan fungsi edukasi, hiburan dan kontrol sosial," kata Amir yang juga hadir dalam konferensi PWI Purbalingga itu. 

Amir pun meminta wartawan senantiasa menjadikan etika jurnalistik sebagai nurani dalam berkarya. 

"Tanpa etika, tidak ada bedanya produk jurnalistik dan konten media sosial," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved