Berita Jepara
Beras Oplosan Mulai Dirasakan Warga Jepara, Belum Ganggu Penjualan di Pasar
Beras oplosan dimungkinkan beredar di wilayah Jepara. Meski begitu, penjualan di pasar tradisional belum terpengaruh.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Beras oplosan dimungkinkan beredar di wilayah Jepara, Jawa Tengah.
Pelanggan mulai merasakan perbedaan beras premium yang mereka konsumsi, dari awalnya pulen dan enak menjadi cepat berair.
Temuan ini terjadi pada beras premium produksi Wilmar.
Endang Sugiarti, warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Jepara, mengatakan, biasanya, dia membeli beras premium produksi Wilmar, ukuran 25 kilogram seharga Rp340 ribu.
Namun, kualitas beras yang dibeli terasa menurun setelah dimasak menjadi nasi.
"Saya kalau beli beras itu karungan, jadi setiap beras habis, itu tahu rasa dari beras sebelum dan setelahnya."
"Pertama, berasnya pulen enak, yang kedua agak pucet warnanya dan nggak enak," kata Endang, Rabu (16/7/2025).
Baca juga: Merek Beras Oplosan Masih Ditemukan di Tegal, Terbanyak di Supermarket
Endang kemudian beralih ke merek Raja Lele seharga Rp354 ribu per 25 kg.
"Sekarang ganti merek dan enak, dengan harga Rp354 ribu," kata Endang.
Pengalaman serupa disampaikan Ayu, warga Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, yang sebelumnya pelanggan beras produksi Wilmar.
Ia sempat rutin membeli beras premium milik Wilmar seharga Rp76 ribu per 5 kilogram.
Namun, setelah nasi yang dimasak menjadi cepat berair meski dimasak menggunakan rice cooker normal, Ayu beralih ke merek lain.
"Kalau harga beras di bawa Rp13 ribu (per kilogram) memang kurang enak. Makanya beli premium Wilmar 5 kilogram untuk 10 hari."
"Kalau pulen sih pulen, tapi cepat berair padahal magicom normal," ungkap Ayu.
Tak Ganggu Pasar Tradisional
Terungkapnya peredaran beras oplosan kemasan diakui pedagang beras di Pasar Jepara 1, Nura, tak mempengaruhi penjualan.
| Pamit Main ke Rumah Teman, Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Kedung Bule Jepara |
|
|---|
| Solusi Cerdas Sawah Pesisir: Padi Biosalin di Jepara Mampu Hasilkan 7 Ton Meski Dihantam Rob |
|
|---|
| Lautan Manusia Padati Alun-alun Jepara, Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pengajian Gus Iqdam |
|
|---|
| Gebrakan Kota Ukir: Pameran TATAH 2026 Siap Boyong Mahakarya Jepara ke Panggung Nasional |
|
|---|
| Pelaku Tewas, Polisi Hentikan Proses Hukum Kasus Pembakaran Mantan Istri dan Mertua di Jepara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/16072025-pedagang-beras-di-pasar-jepara-2.jpg)