Selasa, 7 April 2026

Berita Banyumas

Tangis Haru Ortu di Sekolah Rakyat Banyumas: 'Ini Lebih Layak'

Para orang tua merasakan haru dan berat saat melepas anaknya ke Sekolah Rakyat Banyumas. Ibu Satria mengaku fasilitas asrama jauh lebih layak.

TRIBUN BANYUMAS/ PERMATA PUTRA SEJATI
SEKOLAH RAKYAT - Satria Ihwan Puji Saputra saat berada di kasur kamar asrama miliknya di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas yang berada di Baturraden, Senin (14/7/2025). Ia mengungkapkan kesenangannya dapat bersekolah di Sekolah Rakyat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Tangis haru dan rasa berat berbaur dengan secercah harapan di wajah para orang tua saat melepas anak-anak mereka di hari pertama Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas, Senin (14/7/2025).

Mereka rela berpisah dengan buah hati demi satu tujuan: memberikan masa depan yang jauh lebih layak dari yang bisa mereka tawarkan di rumah.

Perasaan campur aduk ini dirasakan betul oleh Susi Yuni Asri (36), ibunda dari Satria Ihwan Puji Saputra (12), salah satu siswa yang diterima di sekolah berasrama gratis tersebut.

Baca juga: Senangnya Satria Masuk Sekolah Rakyat Baturraden Banyumas, Asrama Jauh Lebih Layak dari Rumah

"Sebagai orang tua ya berat (berpisah), tapi saya senang banget lihat dia semangat. Dia juga cepat beradaptasi dan dapat teman baru," ucap Susi dengan mata berkaca-kaca.

Yang membuat hatinya lebih mantap adalah ketika melihat fasilitas yang akan diterima putranya.

Susi, yang suaminya bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan tak menentu, mengakui kondisi asrama jauh lebih baik dari kediaman mereka.

"Tempat tinggalnya di asrama ini lebih layak dibanding rumah kami," ungkapnya jujur.

Rasa berat namun ikhlas juga diungkapkan oleh Ratri Isnaeni (45), seorang single parent yang putranya, Prabu Suryo Lelono (12), juga diterima di sekolah ini.

"Sebagai orang tua ya berat, tapi bismillah, semoga ini bisa bantu anak saya sukses," ucapnya.

Sekolah Rakyat yang berlokasi di Sentra Satria Baturraden ini memang menjadi harapan baru bagi banyak keluarga prasejahtera.

Dari 155 pendaftar, hanya 50 siswa yang lolos seleksi ketat berdasarkan kondisi ekonomi dan asesmen langsung.

Kepala Sentra Satria, Darmanto, menjelaskan bahwa sekolah ini tidak hanya gratis, tetapi juga dirancang untuk membentuk karakter dan kemandirian siswa melalui kurikulum adaptif dan pendampingan intensif.

Bagi para orang tua seperti Susi dan Ratri, melepas anak ke SRMP 13 adalah sebuah pengorbanan yang dibalut dengan doa dan harapan besar, agar anak-anak mereka bisa memutus rantai kemiskinan dan meraih cita-cita yang lebih tinggi.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved