Rabu, 15 April 2026

Banyumas

Disperkim Banyumas Kaji 1 Rencana Pembangunan Rusun di Kawasan Unsoed

Disperkim Banyumas mengkaji rencana pembangunan 1 unit rusun subsidi dari Kementerian PKP di kawasan kampus Unsoed pada Selasa (7/4).

Tribunnews.com
Petugas tengah mengecek salah satu unit rumah susun sederhana. Ilustrasi Kawasan Permukiman, Pemandangan area permukiman padat di wilayah perkotaan Kabupaten Banyumas, Selasa (7/4/2026). Kementerian PKP merencanakan kucuran dana APBN untuk membangun 1 unit rumah susun (rusun) subsidi guna mengentaskan kawasan kumuh di sekitar lingkungan kampus Unsoed Purwokerto. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 
Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Banyumas dan Jepara diusulkan mendapat bantuan pembangunan rusun subsidi dari Kementerian PKP. 
  • Disperkim Banyumas saat ini masih mengkaji readiness criteria sebelum pengajuan resmi. 
  • Kabid Perumahan, Barkah, menyebut alokasi APBN ini difokuskan untuk penanganan kawasan kumuh dengan lokus di sekitar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). 
  • Namun, untuk besaran anggaran dan luas lahan yang akan digunakan hingga Selasa (7/4/2026) belum bisa dipastikan secara rinci.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Harapan warga berpenghasilan rendah di Kabupaten Banyumas untuk memiliki hunian yang layak dan terjangkau tampaknya akan segera terwujud.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berencana mengucurkan bantuan program pembangunan rumah susun (rusun) bersubsidi.

Program yang diusulkan langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini menyasar dua wilayah strategis, yakni Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Jepara.

Baca juga: Banyumas Bakal Punya Rumah Susun Subsidi, Pembangunan Disiapkan Mulai Tahun Ini

Merespons kabar baik tersebut, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Banyumas kini tengah bergerak cepat melakukan berbagai tahap pengkajian kelayakan teknis di lapangan.

Kepala Bidang Perumahan dan Pertanahan Disperkim Kabupaten Banyumas, Barkah, mengonfirmasi bahwa pembangunan rusun yang dibiayai menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini statusnya masih berupa rencana usulan.

"Untuk usulan resmi ke Pemerintah Pusat, kami masih mempelajari readiness criteria-nya. Selain itu, masih perlu banyak kajian yang harus ditempuh," ungkap Barkah saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Selasa (7/4/2026).

Menata Kawasan Kumuh Sekitar Kampus

Berdasarkan hasil koordinasi tahap awal dengan pihak Kementerian PKP pada pekan lalu, alokasi anggaran APBN yang akan digelontorkan untuk Banyumas ini memiliki tujuan spesifik.

Fokus utamanya adalah penataan permukiman padat dan pengentasan kawasan kumuh perkotaan.

Menariknya, titik lokasi (lokus) yang dibidik oleh pemerintah untuk disulap menjadi kawasan rusun modern nan tertata ini berada tak jauh dari pusat pendidikan, yakni di sekitar kawasan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Kendati gambaran lokasinya sudah mulai mengerucut, Barkah belum bisa membeberkan detail lebih jauh mengenai kepastian megaproyek penataan wajah kota ini.

Proses administrasi yang panjang membuat pemerintah daerah harus berhati-hati dalam merancang peta jalan pembangunannya.

"Lokusnya di sekitar Unsoed. Namun, terkait dengan besaran anggaran rusun maupun luas lahan yang akan digunakan, hal itu belum dibahas lebih lanjut," pungkasnya memberikan penjelasan. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved