Berita Jateng
Trans Semarang Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas, Kepala BLU Sampaikan Maaf
Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan menyatakan duka mendalam kepada keluarga
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Manajemen BLU Trans Semarang buka suara usai insiden kecelakaan yang menewaskan seorang pejalan kaki di kawasan Bundaran Blok Z, Jalan Klipang Raya, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (10/7/2025) pagi.
Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan menyatakan duka mendalam kepada keluarga korban.
"Kami dari manajemen Trans Semarang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Kami juga turut berduka untuk keluarga korban yang ditinggalkan," ujar Haris dikutip Tribunjateng.
Haris membenarkan bahwa mikrobus yang terlibat dalam kecelakaan merupakan armada feeder Trans Semarang yang dioperasikan oleh pihak ketiga.
Menurutnya, pramudi atau sopir kendaraan berada di bawah pengelolaan operator mitra.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak Trans Semarang telah mengambil langkah tegas.
"Kami akan merekomendasikan pemutusan kontrak terhadap pramudi kepada operator. Selain itu, operator juga akan dikenai sanksi berupa pengurangan nilai pembayaran operasional karena kami anggap lalai dalam menjaga keselamatan," tegasnya.
Baca juga: Apakah ChatGPT Suka Ngarang dan Halusinasi?
Meski layanan Trans Semarang dijalankan oleh mitra pihak ketiga, Haris menegaskan bahwa manajemen tetap bertanggung jawab penuh atas peristiwa yang terjadi.
"Kami tidak lepas tangan. Manajemen Trans Semarang tetap bertanggung jawab penuh," imbuhnya.
Sebagai bentuk evaluasi, Trans Semarang langsung memanggil seluruh operator dan mitra kerja setelah kejadian tersebut.
"Hari ini pukul 10.00 pagi tadi, kami langsung panggil seluruh operator. Kami tekankan lagi SOP keselamatan kerja dan minta dalam waktu satu minggu ada sosialisasi menyeluruh tentang manajemen keselamatan kerja," jelas Haris.
Pihaknya bahkan berencana menghadirkan narasumber dari kepolisian, Organda, dan internal Trans Semarang dalam sosialisasi tersebut.
Tujuannya, memberikan pemahaman lebih dalam kepada pramudi terkait sanksi hukum jika terjadi kelalaian dalam bertugas.
Sebelumnya diberitakan, Seorang perempuan paruh baya tewas setelah tertabrak mikrobus feeder di Jalan Klipang Raya, Bundaran Blok Z, depan Masjid Al Fatah, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (10/7/2025) pagi.
Baca juga: Kebumen Semakin Mendunia, Geo Fest 2025 Pertemukan Pakar Sedunia Bahas Keajaiban Geopark
Korban diketahui bernama Sulasmi (63), seorang pegawai negeri sipil (PNS) warga Kecamatan Tembalang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/BRT-Trans-Semarang-berhenti-di-shelter-Simpanglima-Kota-Semarang.jpg)