Senin, 27 April 2026

SPMB Banyumas

Rangkuman Kendala Masa Pendaftaran SPMB Banyumas, Server Down Paling Bikin Emosi Orangtua Murid

SPMB Banyumas 2025 mengalami sejumlah kendal. Berikut rangkuman persoalan yang muncul hingga membuat sekolah kelimpungan dan orangtua emosi.

Penulis: rika ira | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
SPMB BANYUMAS - Petugas SPMB SMPN 2 Purwokerto mengecek server pendafataran, Selasa (24/6/2025). Verifikasi dokumen siswa peserta SPMB di sekolah tersebut tersendat lantaran server lemot bahkan down. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Pelaksanaan pendaftaran siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Banyumas menuai banyak kritik dari orangtua dan wali calon murid baru.

Pendaftaran siswa baru SPMB Banyumas berlangsung Senin (23/6/2025)-Rabu (25/6/23025).

Pendaftaran dilakukan secara daring lewat spmb.banyumaskab.go.id.

Sebelum pendaftaran, calon murid diwajibkan membuat akun SPMB Banyumas.

Pembuatan akun ini dibuka pada 19-20 Juni 2025.

Baca juga: SPMB Banyumas 2025 Gunakan Empat Jalur, Berikut Penjelasan dan Kuota yang Harus Diketahui Orangtua

Sementara, hasil SPMB Banyumas secara resmi akan diumumkan pada 30 Juni, pekan depan.

Lantas, apa saja persoalan yang muncul selama pelaksanaan SPMB Banyumas?

1. Sosialisasi Pembuatan Akun.

Dinas Pendidikan (Dindik) Banyumas menginformasikan kepada calon murid baru dan orangtua untuk membuat akun pendaftaran SPMB sebelum pendaftaran berlangsung.

Lewat laman SPMB Banyumas, pembuatan akun sebelum masa pendaftaran dimulai dibuka pada 19-20 Juni 2025.

Hanya saja, banyak orangtua dan calon murid yang membuat akun sebelum tanggal tersebut.

Akibatnya, mereka kebingungan lantaran keterangan verifikasi akun tak kunjung didapat.

Padahal, untuk bisa mendaftar, akun mereka harus terverifikasi.

Dindik Banyumas kemudian mengeluarkan informasi bahwa pembuatan akun sebelum tanggal 19 Juni dianggap tidak sah dan orangtua atau calon murid baru harus membuat ulang akun.

2. Server Lemot Hingga Down

Pada pendaftaran SPMB Banyumas, persoalan server down terjadi sejak hari pertama pendaftaran dibuka.

Kejadian ini mengakibatkan efek domino.

Calon murid kehilangan waktu mendaftar karena menunggu verifikasi berkas yang tak kunjung rampung.

Bahkan, ada calon murid yang menunggu verifikasi berkas hingga lebih dari 24 jam.

Baca juga: Catat Tanggal Penting SPMB Banyumas 2025: Pendaftaran Bisa Dilakukan Dini Hari

Begitu juga calon murid baru yang berniat mencabut berkas, tak kunjung mendapat persetujuan pencabutan berkas.

Hal ini terjadi lantaran sekolah kesulitan melakukan verifikasi berkas calon murid yang masuk karena tak bisa mengakses laman SPMB Banyumas.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia SPMB SMPN 2 Purwokerto, Eko Yudi Supriyanto, di hari kedua pendaftaran.

"Hari pertama, sistem sempat down selama lima menit." 

"Hari ini (Selasa), hampir 90 persen data siswa masuk secara bersamaan," jelas Eko ditemui di SMPN 2 Purwokerto, Selasa (24/6/2025).

Gangguan ini membuat proses verifikasi data hingga pencabutan berkas tertunda dan menyebabkan antrean. 

3. Aturan Batas Usia Calon Siswa

Panitia SPMB Banyumas mematok batas usia maksimal calon murid yang bisa mendaftar adalah 15 tahun per 1 Juli 2025.

Anak berumur 15 tahun akan diprioritaskan untuk diterima di sekolah yang dituju sebagai bagian dari upaya menekan angka anak tidak sekolah.

Sayang, kebijakan ini tak sepenuhnya tersosilisasikan kepada masyarakat.

Banyak orangtua yang memprotes dan mengadu, peringkat anak mereka terus melorot karena masuknya data calon siswa berumur lebih tua.

Padahal, secara nilai, anak orangtua yang memprotes, lebih bagus.

"Mau daftar telat pun, dalam artian daftar di hari ke 2 tapi kalo umurnya 13 tahun, otomatis jadi peringkat di atas."

"Ini di sekolah daerahku, padahal udah ada keterangan dom sebaran penuh tapi yang umur 13 tahun terus menggeser yang umur 12."

"Bangke banget peraturannya, ga peduli nilai, yang penting umur tua," keluh @betari_senja di akun Instagram Dindik Banyumas, Rabu (25/6/2025).

"Anak Rangking 1 di sekolah, arepan daftar SMP susah. Hanya karena umurnya 12 tahun 6 bulan, kalah karo umur 13 tahun," keluh orangtua lain dalam aduannya.

Baca juga: Server SPMB Down Dikeluhkan Wali Murid, Pemkab Banyumas Siapkan Skema Perpanjangan Waktu

Ia pun mempertanyakan esensi dari pendidikan jika pada akhirnya seleksi masuk sekolah lebih mengutamakan faktor usia dibandingkan kepintaran.

Masalah ini diperparah karena lokasi tempat tinggalnya masuk dalam kategori kelurahan sebaran, bukan kelurahan utama sehingga persaingan menjadi lebih ketat.

"Sekolah kui nggolet kepinteran atau kepriwe sih Min? Tulung solusine (Sekolah itu mencari kepintaran atau bagaimana sih, Min? Tolong solusinya)," pintanya.

4. Verifikasi Berulang

Persoalan lain yang dikeluhkan orangtua calon murid baru adalah proses verifikasi berulang.

Ini terjadi saat calon murid mencabut berkas pendaftaran di sekolah utama dan mengganti pilihan ke sekolah lain agar peluang diterima lebih besar.

Sayangnya, mereka harus menjalani proses pendaftaran SPMB Banyumas mulai dari awal.

Mereka harus mendaftar dan menunggu lagi proses verifikasi meski berkas yang digunakan, padahal telah dinyatakan terverifikasi di sekolah sebelumnya.

Hal ini membuat orangtua merasa waktu mereka terbuang sia-sia dan membuat peluang diterima di sekolah tujuan makin kecil karena persaingan yang ketat.

"Verifikasi cukup satu kali di awal sehingga calon murid baru bisa ganti pilihan sekolah secara cepat tanpa harus menunggu verifikasi operator."

"Kasihan yang kepental-pental, harus cari sekolah lain sementara harus nunggu verifikasi lagi."

"Mohon jadi perhatian ya @dindikbanyumas. Sudah beberapa tahun sistemnya masih seperti itu, harusnya ada perbaikan supaya lebih baik lagi."

"Tambah lagi, sistemnya sering eror," tulis pemilik akun @ja2jaelani.

Senada, pemilik akun @tacendaf meminta Dindik Banyumas memaksimalkan proses verifikasi berkas oleh sekolah.

"Kalau verifikasinya saja butuh waktu seharian penuh, itu mempersulit semua orang yang ternyata kedepak di pilihan pertama lebih dari satu kali."

"Pilihan kedua juga kita kalah sama yang jadiin sekolah tersebut pilihan pertama."

"Pusing, mana waktu pendaftarannya cuma sebentar dan proses cabut berkas hanya sampai besok sebelum pukul 10.00," keluh @tacendaf.

SPMB Banyumas diikuti 123 SMP di Banyumas, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta. (Tribunbanyumas/Permata Putra Sejati/Daniel Ari Purnomo/Rika Irawati)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved