Rabu, 6 Mei 2026

Berita Purbalingga

Dukung UMKM Jamu Purbalingga Naik Kelas, Wabup Dimas Berkomitmen Permudah Perizinan

Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani berkomitmen mempermudah perizinan dan mendukung UMKM jamu untuk naik kelas.

Tayang:
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA
MEMBAHAS JAMU — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Loka POM Banyumas dan Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) menggelar Sinergitas Pentahelix 2025 di Gedung Andrawina, Kompleks Hotel Owabong, Rabu (25/6/2025). Acara ini bagian daru upaya memperkuat peran jamu sebagai warisan budaya dan peluang ekonomi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani berkomitmen mempermudah perizinan dan mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) jamu untuk naik kelas.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani saat menghadiri Sinergitas Pentahelix 2025 di Gedung Andrawina, Kompleks Hotel Owabong, Rabu (25/6/2025). 

Acara yang mempertemukan para pelaku usaha jamu di Purbalingga dengan pemerintah, akademisi, komunitas, serta media.

Kegiatan ini diselenggarakan Pemkab Purbalingga bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Loka POM Banyumas berserta Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI). 

"Kami berharap, PPJAI mampu menjaga ekosistem industri jamu, khususnya di Purbalingga, tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," harap Wabup Dimas dalam sambutannya.

Baca juga: Pujian Bupati Fahmi ke 6 Desa dan 1 Kecamatan di Purbalingga: Tercepat Bayar PBB, Dapat Hadiah Motor

Acara ini mengusung tema "Meracik Masa Depan Ekonomi Indonesia dengan Jamu Sebagai Warisan dan Peluang Ekonomi".

Ketua Panitia, Azif Yunan mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tetapi juga diisi dialog interaktif sebagai wadah menggali potensi besar jamu. 

Menurutnya, jamu telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. 

Sehingga, ini merupakan nilai yang sangat luar biasa yang dimiliki oleh Indonesia. 

"Maka, tugas kita bersama adalah mengoptimalkan aset bangsa ini agar dikenal dunia dan menjadi kiblat jamu global," katanya.

Dalam kegiatan ini, para pengusaha jamu Purbalingga juga berkesempatan mengurus perizinan dengan evaluator dari BPOM RI. 

"Ini merupakan bentuk pelayanan yang luar biasa dari BPOM yang sangat membantu percepatan perizinan produk jamu, obat tradisional, pangan dan kosmetik," lanjutnya. 

Penopang Ekonomi Lokal

Sementara itu, Ketua Umum PPJAJ, Mukit Hendrayanto turut mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, yang telah membuat industri jamu semakin bertumbuh. 

Ia bersyukur, lewat kerja keras, seluruh stakeholder dalam pentahelix mampu menyerap lebih dari 3.800 pekerja di sektor jamu. 

"Bahkan, jika ditotal dengan sektor pertanian dan pemasaran, lebih dari 15.000 orang sudah terlibat," katanya. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved