Lipsus Pasar Wage

Butuh Anak Muda Jadi Digital Agency Bantu Pedagang Pakaian di Banyumas Bersaing di Era Digital

Akademisi Unsoed Purwokerto berharap peran anak muda sebagai digital agency untuk membantu pedagang pasar konvensional bersaing di pasar digital.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
MENATA DAGANGAN - Pangkun (61), pedagang pakaian di lantai 2 Pasar Manis Purwokerto, menata dagangan, Senin (9/6/2025). Digitalisasi jadi tantangan besar bagi pedagang pasar tradisional. Fenomena digitalisasi pasar berdampak lesunya penjualan di pasar online disoroti akademisi dari Unsoed Purwokerto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Fenomena pasar digital membuat lesu perdagangan pakaian di Pasar Wage dan Pasar Manis Purwokerto mendapat perhatian dari akademisi yang juga Kepala Laboratorium Digital Marketing Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Joni Prayogi S.Si, M.Sc.

Joni mengatakan, pasar digital tak hanya membuat lesu perdagangan pakaian di pasar konvensional Purwokerto tetapi juga pelaku UMKM.

"Mereka memang terbatas dalam kemampuan digital karena selama ini fokusnya hanya pada jualan saja," katanya Joni saat dihubungi.

Namun, menurutnya, bukan berarti para pedagang pakaian di Pasar Wage dan Pasar Manis Purwokerto harus memaksakan diri langsung go digital.

Baca juga: Dikonsep Modern, Revitalisasi Pasar Manis Purwokerto Justru Bikin Pedagang Pakaian Tersisih dan Lesu

Ia mengusulkan agar ada peran digital agency yang diisi anak muda lokal untuk membantu memasarkan produk mereka secara online.

"Yang penting, produknya bisa tampil di marketplace atau media sosial."

"Pedagang tetap jualan seperti biasa, tapi ada tim khusus yang bantu digitalisasi," jelasnya.

Joni juga mendorong adanya kolaborasi antara pengelola pasar, dinas perdagangan, dan perguruan tinggi. 

Kampus, katanya, bisa menjadi tempat belajar digital marketing sekaligus praktik langsung.

"Pengelola pasar bisa buat aplikasi sederhana atau bahkan grup WhatsApp untuk para pedagang, sebagai langkah awal."

"Lalu, bisa dikembangkan lebih lanjut," tambahnya.

Baca juga: Derita Pedagang Pakaian Pasar Wage: Digerus Pasar Online hingga Gaptek. Apa Solusi Pemkab Banyumas?

Menurutnya, kesuksesan pasar tradisional di era digital tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga pada kemampuan adaptasi terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat terutama generasi muda.

Selain digitalisasi, Joni juga menekankan pentingnya edukasi tentang pengelolaan keuangan bagi para pedagang. 

Sosialisasi tentang pencatatan arus kas, manajemen stok, dan interaksi dengan pemasok menurutnya perlu dilakukan secara bersamaan.

"Jualan itu tidak cuma soal laku atau tidak tapi juga bagaimana mengatur keuangan dengan benar." 

"Hal-hal seperti ini juga harus diajarkan," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved