Lipsus Pasar Wage
Pemkab Banyumas Sediakan 'Joki' Medsos untuk Pedagang Pasar Wage Purwokerto, Saingi Live TikTok?
Disdag Banyumas siapkan admin medsos khusus bantu pedagang gaptek di Pasar Wage. Solusi kreatif hadapi sepinya pembeli akibat gempuran belanja online.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas akhirnya menyiapkan 'resep obat' untuk mengatasi 'penyakit' kronis yang menggerogoti pasar-pasar tradisional, yakni sepinya pembeli akibat gempuran platform belanja online seperti Live TikTok.
Menanggapi jeritan pedagang di Pasar Wage Purwokerto yang omzetnya terjun bebas, Dinas Perdagangan (Disdag) Banyumas merancang sebuah terobosan: membantu para pedagang yang gagap teknologi (gaptek) dengan menyediakan admin media sosial khusus untuk setiap pasar.
Kondisi di Pasar Wage memang memprihatinkan..
Baca juga: Beda Nasib Pedagang di Pasar Wage Purwokerto: Satu Cuan Live TikTok, Lainnya Pasrah Tunggu Pembeli
Pedagang seperti Priyo (52) mengaku bisa tidak mendapatkan satu pun pembeli selama tiga hari berturut-turut.
Pedagang lainnya, Lilis (50), bahkan secara terbuka mengakui ketidakmampuannya beradaptasi.
"Saya tidak bisa jualan online, ndak ngerti caranya. Umur juga sudah segini," keluh Lilis, menyuarakan kepasrahan banyak pedagang sepuh lainnya.
Menjawab tantangan ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, memaparkan rencana intervensi dari pemerintah. Menurutnya, solusi jangka panjang yang disiapkan adalah program digitalisasi yang komprehensif.
"Ke depan, akan ada pelatihan agar pedagang tidak lagi sepenuhnya konvensional," ujar Gatot.
Namun, yang paling menarik dari rencana ini adalah solusi praktis bagi para pedagang yang sudah tidak mungkin lagi belajar teknologi dari nol.
Gatot menyebut akan ada 'jembatan digital' bagi mereka.
"Kita edukasi dan rangkul anak-anak muda kreatif. Nanti ada pendampingan, jadi setiap pasar punya minimal satu admin untuk bantu pedagang yang gaptek," tambahnya.
Konsepnya, admin muda yang melek teknologi ini akan membantu mempromosikan dan menjualkan dagangan para pedagang konvensional melalui platform media sosial dan marketplace.
Rencana ini, bagaimanapun, masih dalam tahap pengusulan anggaran, terutama karena kepemimpinan bupati yang baru menjabat.
Pertanyaan besarnya kini, mampukah jurus 'admin medsos' ini menjadi 'obat' yang manjur?
Di tengah gempuran promosi masif, perang harga, dan sistem logistik canggih dari raksasa e-commerce seperti TikTok Shop, tantangan bagi para pedagang Pasar Wage untuk bisa bersaing tetaplah sangat besar.
Efektivitas rencana Pemkab ini akan sangat bergantung pada eksekusi, konsistensi, dan kemampuannya untuk benar-benar mendongkrak penjualan, bukan sekadar memindahkan etalase dari lapak fisik ke layar gawai.
Butuh Anak Muda Jadi Digital Agency Bantu Pedagang Pakaian di Banyumas Bersaing di Era Digital |
![]() |
---|
Dikonsep Modern, Revitalisasi Pasar Manis Purwokerto Justru Bikin Pedagang Pakaian Tersisih dan Lesu |
![]() |
---|
Rina Akui Jualan Online Lebih Menjanjikan Ketimbang Cara Konvensional |
![]() |
---|
Beda Nasib Pedagang di Pasar Wage Purwokerto: Satu Cuan Live TikTok, Lainnya Pasrah Tunggu Pembeli |
![]() |
---|
Jeritan Pedagang Pakaian di Pasar Wage Purwokerto yang Tersisih Karena Tren Belanja Online |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.