Lipsus Pasar Wage
Beda Nasib Pedagang di Pasar Wage Purwokerto: Satu Cuan Live TikTok, Lainnya Pasrah Tunggu Pembeli
Priyo merana di Pasar Wage Purwokerto karena sepi pembeli, sementara Rina sukses jualan online di TikTok hingga bisa kredit motor.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Hasilnya?
Sangat menjanjikan!
"Minimal sehari live, pasti ada yang checkout. Apalagi kalau di atas tanggal 25 pasti rame. Bisa sehari pernah Rp200 ribu dapatnya," ungkap Rina penuh semangat.
Pendapatannya yang kini stabil membuatnya berani mengambil kredit sebuah motor baru, sebuah pencapaian yang sulit dibayangkan oleh pedagang konvensional seusianya.
Lalu, apa rahasianya?
Rina membeberkan bahwa kuncinya adalah kemauan untuk beradaptasi.
Baginya, mengandalkan pembeli datang ke toko fisik sudah tidak relevan.
"Kalau hanya mengandalkan orang datang ke kita atau ke toko saya kira susah," tegasnya.
Ia melihat peluang pasar yang tak terbatas di dunia maya, menjangkau seluruh Indonesia hanya dari genggaman ponsel.
Ia juga cerdik memahami psikologi pembeli online.
Baca juga: Jeritan Pedagang Pakaian di Pasar Wage Purwokerto, Tersisih karena Maraknya Jualan Online
"Ibu rumah tangga sangat peduli dengan promo, beda Rp1000 sampai Rp2000 itu memengaruhi dibanding harga normal," jelasnya.
Bagi Rina, berjualan live di TikTok itu mudah, "asal mau usaha dan belajar."
Kisah kontras antara Priyo dan Rina menjadi potret nyata di era digital: adaptasi bukanlah lagi sebuah pilihan, melainkan kunci untuk bertahan dan bahkan berkembang, tak peduli berapa pun usianya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.