Lipsus Pasar Wage

Beda Nasib Pedagang di Pasar Wage Purwokerto: Satu Cuan Live TikTok, Lainnya Pasrah Tunggu Pembeli

Priyo merana di Pasar Wage Purwokerto karena sepi pembeli, sementara Rina sukses jualan online di TikTok hingga bisa kredit motor.

|
TRIBUN BANYUMAS/ PERMATA PUTRA SEJATI
PENJUAL PAKAIAN: Di Pasar Tradisional Pasar Wage Purwokerto, seorang pedagang Priyo (52) duduk lesu di depan lapak dagangannya, Sabtu (7/6/2025).Para pedagang pakaian di Pasar Wage Purwokerto kian terdesak oleh tren belanja online. 

Hasilnya?

Sangat menjanjikan!

"Minimal sehari live, pasti ada yang checkout. Apalagi kalau di atas tanggal 25 pasti rame. Bisa sehari pernah Rp200 ribu dapatnya," ungkap Rina penuh semangat.

Pendapatannya yang kini stabil membuatnya berani mengambil kredit sebuah motor baru, sebuah pencapaian yang sulit dibayangkan oleh pedagang konvensional seusianya.

Lalu, apa rahasianya?

Rina membeberkan bahwa kuncinya adalah kemauan untuk beradaptasi.

Baginya, mengandalkan pembeli datang ke toko fisik sudah tidak relevan.

"Kalau hanya mengandalkan orang datang ke kita atau ke toko saya kira susah," tegasnya.

Ia melihat peluang pasar yang tak terbatas di dunia maya, menjangkau seluruh Indonesia hanya dari genggaman ponsel.

Ia juga cerdik memahami psikologi pembeli online.

Baca juga: Jeritan Pedagang Pakaian di Pasar Wage Purwokerto, Tersisih karena Maraknya Jualan Online

"Ibu rumah tangga sangat peduli dengan promo, beda Rp1000 sampai Rp2000 itu memengaruhi dibanding harga normal," jelasnya.

Bagi Rina, berjualan live di TikTok itu mudah, "asal mau usaha dan belajar."

Kisah kontras antara Priyo dan Rina menjadi potret nyata di era digital: adaptasi bukanlah lagi sebuah pilihan, melainkan kunci untuk bertahan dan bahkan berkembang, tak peduli berapa pun usianya.

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved