Berita Semarang
Alasan Takmir Masjid Agung Kauman Semarang Stop Bagikan Daging Kurban Langsung ke Umum
Tahun ini warga tak lagi antre dapat daging kurban di Masjid Kauman. Takmir ubah sistem distribusi lewat ranting NU demi tepat sasaran.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemandangan antrean panjang warga yang berharap mendapatkan daging kurban tidak lagi terlihat di Masjid Agung Kauman Semarang pada perayaan Idul Adha tahun ini, Sabtu (7/6/2025).
Kebijakan baru yang diterapkan takmir masjid membuat banyak warga, termasuk yang datang dari luar kota, harus pulang dengan tangan hampa.
Lantas, apa alasan di balik perubahan drastis ini?
Baca juga: JANGAN DIMAKAN! Cacing Hati Ditemukan pada Hewan Kurban di Kendal
Sekretaris Takmir Masjid Agung Kauman, Muhaimin, akhirnya angkat bicara dan membeberkan alasan utama di balik kebijakan tersebut.
Menurutnya, ada dua pertimbangan krusial yang mendasari keputusan untuk tidak lagi membagikan daging kurban secara terbuka kepada masyarakat umum di lokasi masjid.
Alasan pertama, kata Muhaimin, adalah faktor ketersediaan hewan kurban yang menurun.
"Hal tersebut disebabkan jumlah kambing yang menurun dari tahun kemarin. Sehingga stok yang dibagikan ke masyarakat umum kurang," jelasnya.
Tahun ini, total hewan kurban yang disembelih di Masjid Kauman tercatat sebanyak 12 ekor sapi dan 42 ekor kambing, jumlah yang dinilai tidak sebanding dengan antusiasme ribuan warga yang biasa datang.
Alasan kedua adalah pertimbangan keamanan dan ketertiban.
Pihak takmir belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana pembagian secara terbuka berpotensi besar menimbulkan kericuhan.
"Kami khawatirkan (pembagian terbuka) menimbulkan kericuhan karena jumlah daging tidak cukup untuk ribuan orang yang datang," tegas Muhaimin.
Sebagai solusinya, tahun ini takmir masjid menerapkan sistem distribusi yang lebih terarah dan terdata.
Mereka menggandeng ranting-ranting Nahdlatul Ulama (NU) di berbagai wilayah Semarang untuk menyalurkan daging kurban.
Metode ini dianggap lebih efektif dan tepat sasaran.
"Untuk Semarang Tengah saja ada 3.500 bungkus, mayoritas kita kirim lewat ranting NU karena mereka sudah punya data nama dan alamat warga miskin yang menerima," papar Muhaimin.
Dengan cara ini, pihak takmir berharap distribusi daging kurban dapat berjalan lebih tertib, aman, dan yang terpenting, benar-benar sampai kepada mereka yang paling berhak menerima, meskipun hal ini berarti mengubah tradisi yang sudah berjalan selama bertahun-tahun.
Ada Kasus Kebakaran di Kota Lama, Pemkot Semarang akan Tinjau Ulang Pemanfaatan Gedung Cagar Budaya |
![]() |
---|
Bangunan Cagar Budaya di Kota Lama Semarang Terbakar, Lantai Dua Resto Sego Bancakan Hangus |
![]() |
---|
Pelaku Penculikan Siswa SD di Gunungpati Semarang Ditangkap, Pernah Lecehkan Anak-anak |
![]() |
---|
Fakta Baru Kematian Pemuda di Reservoir Siranda Semarang: Polisi Cari Dua Pria Misterius |
![]() |
---|
Kisah Lidiah Riyanti, Jadikan Gojek Ruang Perjuangan Hidup setelah Usaha Suami Gulung Tikar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.