Berita Kendal

JANGAN DIMAKAN! Cacing Hati Ditemukan pada Hewan Kurban di Kendal

Petugas di Kaliwungu Kendal temukan hati sapi kurban positif cacing hati, langsung dimusnahkan demi keamanan konsumsi.

PEMKAB KENDAL
CACING HATI - Petugas pemeriksa hewan kurban di Kendal menunjukkan bentuk cacing hati yang menginfeksi sapi kurban. Hingga kini, terdapat 50 sapi hewan kurban terinfeksi cacing hati. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL – Peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam mengolah daging kurban!

Sebuah temuan mengejutkan datang dari prosesi penyembelihan hewan kurban di hari kedua Idul Adha, Sabtu (7/6/2025), di Kecamatan Kaliwungu, Kendal.

Petugas menemukan organ hati seekor sapi kurban positif terinfeksi cacing hati, sebuah parasit yang berbahaya jika sampai tertelan manusia.

Baca juga: Sapi Kurban di Tegal Lepas dan Lari ke Jalan Pantura saat Diturunkan dari Mobil

Insiden ini terjadi di area penyembelihan Masjid Kampung Pungkuran, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu. Tim dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan Pangan) Kabupaten Kendal yang melakukan pengawasan di lokasi tersebut, menemukan adanya kelainan pada organ hati salah satu sapi yang telah disembelih.

Setelah diperiksa lebih lanjut, dipastikan hati tersebut tidak layak konsumsi karena telah menjadi sarang cacing hati.

Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengambil tindakan tegas dan terukur.

Hati sapi yang terinfeksi tersebut segera dipisahkan dari bagian daging lainnya dan langsung dimusnahkan dengan cara dikubur di dalam tanah.

Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan organ berbahaya tersebut tidak tercampur dan terdistribusi kepada warga.

Kepala Dispertan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, memberikan peringatan serius terkait temuan ini.

Ia menegaskan bahwa organ yang telah terjangkit cacing hati sama sekali tidak boleh dikonsumsi oleh manusia.

"Ini tidak layak dikonsumsi, bisa membahayakan kesehatan pada tubuh, bisa tertular kalau dikonsumsi," papar Pandu dengan tegas.

Pandu juga menjelaskan mengapa infeksi ini baru bisa terdeteksi setelah penyembelihan.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih hanya mencakup pemeriksaan fisik luar dan tidak bisa mendeteksi penyakit yang ada di organ dalam seperti hati.

"Temuan cacing hati pada hewan kurban hanya bisa diketahui setelah proses penyembelihan dan pemotongan. Jika ditemukan, kami sarankan untuk dimusnahkan dan tidak dikonsumsi,” jelasnya.

Kasus di Kaliwungu ini menjadi pengingat nyata akan pentingnya pengawasan ketat oleh petugas kesehatan hewan selama proses kurban.

Kehadiran dan ketelitian tim di lapangan telah berhasil mencegah potensi bahaya kesehatan yang mengintai masyarakat di balik lezatnya hidangan Idul Adha.

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved