Rabu, 20 Mei 2026

Berita Nasional

Misteri Sapi Kurban Prabowo di Tanah Leluhur Banyumas, Seharga Mobil dan Tersembunyi di Gunung

Seekor sapi jenis simmental jumbo bernama Bawor asal Banyumas dengan bobot lebih dari 1 ton dibeli Presiden RI, Prabowo Subianto untuk kurban

Tayang:
ISTIMEWA/DOK KUSMARYANTO
SAPI KURBAN PRESIDEN - Bawor, sapi simental yang dibeli Presiden Prabowo untuk kurban Iduladha 2025 di Banyumas, Kamis (22/5/2025). Sapi seberat lebih dari 1 ton itu dibeli dari Kusmaryanto, peternak Banyumas. 

"Sekarang saya sendiri tidak berani mendekat, takut ada virus nempel di kaos atau celana saya, bisa kebawa dan menular," katanya.

Sapi Bawor diberi pakan rumput gajah dan singkong dengan pengaturan nutrisi yang ketat, terutama menjelang Idul Adha.

Ia menghindari penggunaan ampas tahu karena dinilai tidak cocok untuk penggemukan simmental.

Dari segi kualitas, sapi ini diklaim istimewa.

Kusmaryanto mengatakan ciri-cirinya bulunya tidak berdiri seperti merinding, matanya cerah, dan tubuhnya padat.

"Ini menunjukkan sapi sehat dan terawat," katanya.

Dari bobot hidupnya, sapi Bawor diperkirakan dapat menghasilkan 600 kilogram daging, dan cukup untuk dibagikan ke 3 sampai 4 RT.

Kusmaryanto mengungkapkan, sapi tersebut telah dipesan untuk kebutuhan kurban Prabowo Subianto.

Namun, hingga saat ini pembayaran belum lunas.

Baca juga: Banyumas Melesat di Era Prabowo, dari Kabupaten Paling Maju hingga Prioritas Pembangunan Nasional

"Sekitar 30 persen kepemilikannya sudah atas nama Pak Prabowo, tapi 70 persennya masih punya saya karena belum dibayar," ungkapnya.

Sapi Bawor adalah satu dari 35 ekor sapi jumbo yang kabarnya akan dibeli Prabowo untuk dikirim ke 35 kabupaten. 

Masing-masing satu ekor untuk kurban.

"Waktu saya kunjungan di Semarang, informasinya begitu.

Pak Prabowo mau beli masing-masing satu ekor untuk tiap kabupaten," imbuhnya.

Ia mengatakan berdasarkan keinginan Presiden yang dibeli adalah sapi sapi yang harus dari peternak-peternak sapi asli daerah tersebut.

"Jadi intinya harus beli di sapi peternak di daerah asli situ karena untuk mengangkat peternak sapi yang ada asli itu," katanya. (jti)

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved