Minggu, 3 Mei 2026

Berita Banyumas

Banjir dan Longsor Masih Mengancam Banyumas Hingga Pekan Depan, Warga Diminta Waspada

Banjir dan longsor melanda sejumlah daerah di Banyumas dalam sepekan terakhir akibat hujan deras yang masih mengguyur di tengah musim kemarau.

Tayang:
Penulis: rika ira | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
RUSAK - Warung dan gerobak dagang milik Bunasor rusak setelah warung mereka tertimpa tembok pembatas TPU Giri Laya di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, akibat hujan deras, Jumat (23/5/2025). Longsor dan banjir masih mengancam Banyumas hingga pekan depan, warga diminta waspada. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Banjir dan longsor melanda sejumlah daerah di Banyumas dalam sepekan terakhir akibat hujan deras yang masih mengguyur di tengah musim kemarau.

Warga pun diminta tetap waspada lantaran hujan intensitas sedang hingga tinggi diperkirakan masih terjadi hingga sepekan ke depan.

Seperti Jumat (23/5/2025) siang, hujan deras disertai petir berlangsung beberapa jam di wilayah Purwokerto.

Hujan deras ini mengakibatkan tembok pembatas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giri Laya di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, ambrol sekitar pukul 15.00 WIB. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Tembok Pembatas TPU Giri Laya Banyumas Ambrol, Sejumlah Makam Terancam Longsor

Kejadian ini mengakibatkan sejumlah makam di TPU Giri Laya terancam longsor.

"Kejadiannya pas hujan lebat, temboknya ambruk dan hampir menimpa warung es buah yang ada di samping makam."

"Untung tidak ada korban. Tapi, gelas dan piring warung itu pecah semua," kata Bunasor, warga dekat lokasi kejadian.

Menurut Bunasor, tembok TPU Giri Laya yang roboh memiliki panjang sekitar 25 meter dengan tinggi tembok 1 meter dan pondasi mencapai 3 meter.

Banjir Rendam Dua Desa

Sementara, Kamis (22/5/2025) malam, hujan deras yang mengguyur Banyumas mengakibatkan banjir di Desa Prembun dan Desa Pesantren.

Akibatnya, ratusan rumah warga terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Budi Nugroho mengatakan, banjir Banyumas di dua desa tersebut dipicu luapan Sungai Manggis dan Sungai Kecepak.

"Hujan intensitas tinggi mengakibatkan Sungai Manggis dan Sungai Kecepak meluap ke Desa Pesantren dan Desa Prembun," kata Budi, Jumat, dikutip dari Kompas.com.

Akibat kejadian ini, kata Budi, tiga keluarga terpaksa diungsikan.

Menurut Budi, banjir Banyumas di dua desa ini juga merendam sekitar 100 hektar sawah di Desa Prembun.

Banjir juga membuat jembatan kayu di Desa Watuagung, ambrol.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved