Berita Jateng
Live Streaming Bersama Kambing, SPG Kurban di Wonosobo Dapat Komisi 10 Persen dari Penjualan
Jelang Iduladha 1446 Hijriah yang kurang beberapa pekan, ia mulai gencar mempromosikan hewan ternak yang dipeliharanya melalui media sosial.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Tren penjualan melalui platform media sosial terus diminati saat-saat ini.
Tidak mau ketinggalan, peternakan hewan kurban pun melirik model penjualan melalui media sosial.
Peternakan Pak Ali Murtadho yang berlokasi di Dusun Larangan, Desa Bomerto, Wonosobo sudah dua tahun ini memanfaatkan media sosial untuk menjual hewan kurban berjenis domba Wonosobo.
Jelang Iduladha 1446 Hijriah yang kurang beberapa pekan, ia mulai gencar mempromosikan hewan ternak yang dipeliharanya melalui media sosial.
"Kenapa memilih jualan secara online ya karena gampang penawarannya, pembeli langsung ke peternaknya tidak melalui orang jadi harga bisa bersaing," ujar Ali saat ditemui di kandang ternaknya.
Ia mengaku, setiap Iduladha 60 ekor domba yang dipeliharanya dapat terjual. Tahun ini ia menyiapkan 200 ekor domba dijual untuk Iduladha.
"Per hari tidak menentu, bisa 3-4 ekor jelang Iduladha seperti sekarang. Meskipun kita promosi online, pembeli bisa datang langsung ke kandang agar lihat aslinya. Kita juga sudah free ongkir untuk pengirimannya," jelasnya.
Sengaja ia menggandeng beberapa wanita cantik sebagai sales promotion girl (SPG) untuk melakukan live streaming melalui media sosial Tiktok dan Instagram.
Tidak tanggung-tanggung 5 wanita cantik bersolek melakukan live streaming menggunakan telepon genggam langsung di kandangnya.
Baca juga: Silakan Warga Purbalingga Mengadu Lewat Aplikasi Lapor MasBup, Ada Nomor WhatsApp
Pembeli bebas bertanya terkait hewan kurban yang dijual, bahkan spill masing-masing ternak pun bisa dilakukannya.
Harga yang ditawarkan bervariatif tergantung ukuran dan berat ternak. Di Peternakan Pak Ali hewan kurban berkisar Rp 3 juta - Rp 5 juta per ekornya.
Rahma Widyaningsih salah satu SPG mengaku tertarik dengan tawaran menjadi SPG hewan kurban. Setiap hewan kurban yang berhasil dijualnya ia mendapat komisi 10 persen.
"Iya saya melakukan live streaming di kandang langsung, lumayan kalau dapat menjual saya dapat bagian. Kalau takut si engga, kandangnya juga bersih jadi ngga terlalu bau menyengat," ujarnya.
Sementara itu SPG lainnya bernama Sanubari mengaku cukup banyak orang yang melihat live streamingnya. Biasanya mereka akan melihat langsung ke kandang terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli.
"Kalau dilihat di live banyak yang antusias. Ada yang dari live kemudian penasaran terus datang langsung ke kandang," ucapnya.
Peternakan Pak Ali Murtadho buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB-16.00 WIB siap melayani pembeli yang hendak membeli hewan ternak di kandang. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/SPG-KURBAN-WONOSOBO.jpg)