Selasa, 21 April 2026

Terpilih Jadi Paus Baru, Robert Francis Prevost Pakai Nama 'Leo XIV'

Robert Francis Prevost resmi menjadi paus ke-267, dan paus pertama dari AS. Robert Francis Prevost, lahir 14 September 1955, di Chicago. 

|
Editor: Rustam Aji
TRIBUNNEWS
PAUS BARU - Kardinal asal Amerika Serikat, Robert Francis Prevost, resmi diumumkan sebagai paus baru pada Kamis (8/5/2025) dan memilih nama Leo XIV. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, VATIKAN — Robert Francis Prevost, terpilih sebagai Paus Leo XIV, untuk menjadi pemimpin Gereja Katolik Sedunia berikutnya. 

Kardinal asal Amerika Serikat, itu resmi diumumkan sebagai paus baru pada Kamis (8/5/2025) dan memilih nama Leo XIV.

Prevost resmi menjadi paus ke-267, dan paus pertama dari AS.

Robert Francis Prevost, lahir 14 September 1955, di Chicago. 

Setelah terpilih sebagai Paus Baru, Robert Francis Prevost memakai nama Leo XIV. 

Diketahui, nama yang dipilih Prevost merujuk pada dua tokoh penting dalam sejarah Gereja Katolik, yakni Paus Leo I (Leo Agung) dan Paus Leo XIII. 

Nama itu tentu bukan sekadar formalitas, melainkan sarat makna dan dipandang sebagai petunjuk awal arah visi dan kebijakan kepausannya. 

Dalam sejarah, Paus Leo I, yang memimpin pada abad ke-5, dikenal karena keberaniannya menghadapi ancaman politik, termasuk ketika ia secara langsung membujuk Attila the Hun untuk tidak menyerang Roma. 

Baca juga: 3 Destinasi Wisata Favorit di Banyumas Saat Libur Panjang, Ada yang di Tengah Kota

Ia juga dihormati sebagai pemikir besar dan pembela ajaran penting gereja.

Sementara itu, Paus Leo XIII, yang menjabat dari 1878 hingga 1903, merupakan penulis ensiklik Rerum Novarum atau dokumen penting tentang keadilan sosial dan hak-hak pekerja pada masa revolusi industri.

Ajaran ini kemudian menjadi dasar bagi pemikiran sosial Katolik modern. 

Dari kisah Paus Leo I dan Paus Leo XIII, pemilihan nama ini oleh Robert Francis Prevost mengindikasikan kemungkinan besar bahwa ia akan melanjutkan semangat reformasi sosial dan memperkuat ajaran Gereja dalam menghadapi tantangan dunia kontemporer, termasuk ketimpangan ekonomi, dampak globalisasi, dan isu etika terkait teknologi seperti kecerdasan buatan.

Paus ke-267 ini ingin mengikuti jejak para pemimpin kuat dan progresif tersebut, dengan memadukan ketegasan dalam menghadapi tantangan global dan komitmen pada keadilan sosial dan reformasi ajaran.

Hal ini turut dibenarkan oleh juru bicara Vatikan, Matteo Bruni, yang mengatakan bahwa nama "Leo XIV" jelas merujuk pada ajaran sosial Gereja Katolik.

“Pilihan nama ini menunjukkan bahwa Paus Leo XIV kemungkinan besar akan kembali mengangkat isu-isu sosial, termasuk dalam konteks baru seperti dampak kecerdasan buatan dan globalisasi yang tidak merata,” kata pakar Vatikan, Francois Mabille.

Baca juga: Gubernur Luthfi Usulkan Peran Koperasi untuk Dorong Distribusi Gas Subsidi Tepat Sasaran

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved