Berita Semarang
Semarang Night Carnival 2025 Berlangsung Meriah meski Terdampak Efisien Anggaran
Puluhan ribu warga memadati jalanan sepanjang jalur SNC dari Titik Nol Kilometer hingga Jalan Pemuda, depan Balai Kota Semarang.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Rustam Aji
Pertama, bunga anggrek. Bunga ini merupakan khas Indonesia yang dikenal dengan berbagai spesies.
Kemudian, subtema burung cendrawasih. Burung dewa ini jadi ikonik Indonesia.
Disbudpar juga mengambil burung merak Jawa sebagai subtema.
Baca juga: Tegas! Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Larang Kegiatan Study Tour, Wisuda, hingga Main Game
"Merak Jawa, mengangkat budaya Jawa. Burung merak memiliki filosofi sangat tinggi. Sehingga digunakan bagian dari prosesi budaya," sebutnya.
Subtema terakhir, penjor atau janur. Menurut Wing, penjor hanya ada di Indonesia. Subtema ini bagian dari nguri-uri budaya leluhur, dimana janur biasa digunakan untuk berbagai upacara adat.
"Ini upaya keramahtamahan masyarakat Jawa. Bentuk syukur masyarakat Jawa," ujarnya.
Diakui Wing, SNC 2025 memang terdampak efisiensi anggaran. Sedianya, SNC 2025 diikuri berbagai kota di Indonesia. Namun, ada beberapa yang membatalkan karena alasan efisiensi, antara lain Tabalong, Denpasar, bahkan Jakart.
"Tapi, Insyaallah ke depan akan menghadirkan event-event di Semarang bisa go internasional. Sebetulnya, ada juga dari Korea. Namun, pergeseran waktu, sejingga tidak bisa reschedule pesawat. Beberapa negara sahabat kita sudah kami ragkul untuk bersama mengangkat seni budaya," paparnya. (eyf)
| Silayur Park, Wahana Wisata di Kota Semarang yang Hampir Terlupakan, Kandang Hewannya Kosong |
|
|---|
| Tegas! Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Larang Kegiatan Study Tour, Wisuda, hingga Main Game |
|
|---|
| Video Respons Dedi Mulyadi Soal Ultimatum GRIB Jaya Hercules |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Akan Jadikan Vasektomi sebagai Syarat Terima Bansos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/SNC-MERIAH-OKE.jpg)