Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Jateng

Opini: Bencana Tanah Gerak di Sirampog Brebes, Ketika Kita Mengabaikan Alam!

Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali dilanda bencana tanah longsor pada April 2025.

Tayang:
Mamdukh Adi/TribunBanyumas.com
TANAH GERAK - Kondisi rumah rusak karena bencana tanah bergerak di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. 

Penulis: Syamsul Maarif (Ketua Yayasan KH Subuh)

TRIBUNBANYUMAS.COM - Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali dilanda bencana tanah longsor pada April 2025.

Desa-desa seperti Mendala, Manggis, Sridadi, dan Mlayang menjadi saksi betapa rentannya bentang alam kawasan ini ketika alam mulai bicara.

Baca juga: Tanah Gerak di Mendala Brebes Dipicu Faktor Geologi, Dinas ESDM Jateng Sarankan Relokasi Warga

Longsor yang terjadi di berbagai titik, mulai dari Dusun Krajan di Mendala hingga wilayah Jatiteken dan Siroyom di Desa Mlayang, menunjukkan bahwa ini bukan sekadar fenomena musiman akibat curah hujan tinggi.

Ini adalah hasil akumulasi dari praktik eksploitasi dan abainya manusia terhadap ekosistem.

Sirampog dan Warisan Alamnya

Sirampog terletak di kaki selatan Gunung Slamet, kawasan yang sejak lama dikenal dengan kesuburan tanahnya dan keberlimpahan air dari mata air pegunungan.

Sawah terasering, kebun hortikultura, dan hutan rakyat dulunya menjadi ciri khas dari kecamatan ini.

Namun, dalam dua dekade terakhir, wajah alam Sirampog berubah drastis.

Hutan-hutan yang dulu rimbun, kini sebagian besar telah berubah menjadi kebun sayur intensif.

Baca juga: Tanah Gerak di Mendala Brebes Meluas: 112 Rumah Rusak, 383 Warga Tinggal di Tenda Pengungsian

Mata air yang dulu mengaliri sawah kini menyusut, bahkan menghilang.

Banyak lahan yang dulu subur berubah menjadi lahan kritis.

Masyarakat, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tanpa disadari telah meminjam terlalu banyak dari alam, tanpa pernah membayar kembali.

Kronologi dan Sebaran Longsor

Longsor di Kecamatan Sirampog pada awal 2025 bukan hanya satu peristiwa tunggal.

Ini adalah rangkaian bencana di berbagai desa:

  • Desa Mendala: Terjadi di Dusun Krajan, memutus akses jalan desa, merusak sejumlah rumah, dan mengancam lahan pertanian.
  • Desa Manggis: Longsor besar di Dukuh Sambungregel menimbun ruas jalan penghubung dan menyebabkan trauma mendalam pada warga.
  • Desa Sridadi: Laporan menunjukkan kerusakan ringan hingga sedang akibat pergerakan tanah.
  • Desa Mlayang: Khususnya di Dukuh Jatiteken dan Siroyom, pergerakan tanah menyebabkan 12 rumah retak dan jalan antardukuh terputus.

Akar Masalah: Deforestasi dan Eksploitasi Air

Deforestasi menjadi faktor utama di balik kerapuhan struktur tanah di Sirampog.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved