Sabtu, 11 April 2026

Paus Fransiskus Wafat

Pria Terobos Pengamanan Basilika Santo Petrus Vatikan, Nekat Ingin Bertemu Paus

Kekacauan ini terjadi di tengah suasana duka mendalam umat Katolik sedunia atas wafatnya Paus Fransiskus.

Editor: Rustam Aji
Tangkapan layar YouTube EWTN
MISA REQUIEM - Foto Paus Fransiskus terpampang saat Misa Requiem Pope Francis di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Misa tersebut dilaksanakan untuk mendoakan Paus Fransiskus yang wafat pada Senin 21 April 2025 di Vatikan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, VATIKAN - Basilika Santo Petrus, Vatikan, Kamis (24/4/2025) pagi waktu setempat, mendadak tegang.

Hal itu dipicu oleh seorang pria tak dikenal nekat memotong antrean hingga menerobos sistem pengamanan.

Ulah pria tersebut sontak memecah keheningan dan menciptakan ketegangan di antara umat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Paus Fransiskus.

Pasalnya, ketika itu kerumunan umat tengah kusyuk berdoa dan memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus, yang wafat pada Senin, 21 April 2025.

Pria tersebut berhasil melampaui area yang telah diamankan sebelum akhirnya dihentikan oleh petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

Dia berteriak keras menyatakan keinginannya untuk melihat Paus.

Beruntungnya, aparat bertindak sangat cepat dalam mengendalikan situasi, dan pelaku segera diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.

“Seorang individu telah diamankan oleh otoritas keamanan setelah menunjukkan perilaku tidak terkendali di dalam Basilika. Investigasi terhadap motif dan identitas yang bersangkutan sedang berlangsung,” demikian pernyataan singkat dari pihak keamanan Vatikan.

Sebagai respons atas peristiwa tersebut, otoritas Vatikan segera meningkatkan pengamanan di seluruh area Basilika dan sekitarnya.

Baca juga: Forum Purnawirawan Usulkan Copot Gibran dari Jabatan Wapres, Mungkinkah?

Pemeriksaan terhadap para pengunjung pun diperketat, dan akses keluar-masuk diawasi secara lebih intensif untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait latar belakang pelaku, termasuk apakah yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan kejiwaan, motif politik, atau alasan personal.

Tetapi pihak berwenang menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh.

Disisi lain meskipun sempat terjadi gangguan, prosesi penghormatan terhadap Paus Fransiskus tetap dilanjutkan dengan tertib setelah situasi dinyatakan aman oleh otoritas keamanan.

Dalam suasana penuh khidmat dan duka yang mendalam, sekitar 150.000 umat dari berbagai penjuru dunia telah memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, sejak hari Rabu hingga Jumat pagi waktu setempat.

Umat yang datang tiada henti hingga memenuhi seluruh area Basilika Santo Petrus tempat dimana tubuh kaku Paus Fransiskus disemayamkan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved