Minggu, 3 Mei 2026

Berita Internasional

Tinggalkan RS setelah 5 Pekan Hadapi Pneumonia, Paus Fransiskus Langsung Serukan Perdamaian di Gaza

Paus Fransiskus menyapa publik, Minggu (23/3/2025) sore, sebelum meninggalkan Rumah Sakit Gemelli Roma.

Tayang:
Editor: rika irawati
Vatican News
SAPA UMAT - Paus Fransiskus menyapa umat dari balkon sebelum meninggalkan Rumah Sakit Gemelli Roma, Minggu (23/3/2025). Paus menjalani perawatan medis selama lima pekan akibat pneumonia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Paus Fransiskus menyapa publik, Minggu (23/3/2025) sore, sebelum meninggalkan Rumah Sakit Gemelli Roma.

Paus meninggalkan Rumah Sakit Gemelli Roma setelah lima pekan menjalani perawatan akibat pneumonia.

Dilansir dari Reuters dan AFP, Senin (24/3/2025), Paus menyapa publik dari balkon rumah sakit dan melambaikan tangan kepada umat yang menunggu di bawah balkon.

Banyak dari warga yang datang membawa bunga serta poster bertuliskan "selamat datang di rumah."

Baca juga: Kondisi Paus Fransiskus Kini Dipasangi Ventilator, Alami Krisis Pernapasan

Paus yang kini berusia 88 tahun itu masuk rumah sakit pada 14 Februari karena infeksi pernapasan parah.

Kondisi ini menjadi salah satu krisis kesehatan paling serius selama 12 tahun masa kepausannya.

Para dokter menyatakan, Paus masih membutuhkan waktu untuk pemulihan penuh dan telah diberikan waktu istirahat selama dua bulan di Vatikan.

Saat meninggalkan rumah sakit, Paus Fransiskus menebar senyum dari atas kursi roda.

Dia juga melambaikan tangan kepada umat yang meneriakkan namanya, "Fransiskus".

Wajahnya terlihat bengkak dan suaranya terdengar lemah saat ia berterima kasih kepada para simpatisan yang hadir.

Masih terlihat selang kecil di bawah hidungnya untuk membantu pernapasan.

Mobil yang membawanya kemudian meninggalkan rumah sakit dikawal oleh konvoi kendaraan polisi menuju Basilika Santa Maria Maggiore.

Seruan Damai di Gaza

Tak lama setelah keluar dari rumah sakit, Paus Fransiskus menyerukan agar Israel menghentikan serangan di Jalur Gaza.

Dalam doa Angelus-nya, ia menyatakan kesedihannya atas eskalasi kekerasan yang kembali terjadi.

"Saya sedih dengan dimulainya kembali pemboman Israel yang intens di Jalur Gaza, dengan begitu banyak kematian dan cedera," ujar Paus.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved