Ramadan 2025

Bagaimana Puasa Saat Sakit? Perspektif Medis dan Agama dari Dokter RSUD Ajibarang Banyumas

Buku ini hadir sebagai jawaban atas berbagai pertanyaan masyarakat dan pasien terkait puasa dalam perspektif medis dan agama.

ist/dok humas masjid jenderal soedirman
PELUNCURAN BUKU - Dr Noegroho Harbani (paling kiri) Direktur RSUD Ajibarang, Kabupaten Banyumas saat peluncuran buku Puasa dan Kesehatan Tinjauan Ilmu Medis dan Agama di Masjid Jenderal Soedirman, Purwokerto, Minggu (16/3/2025). Buku ini jadi pedoman bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, agar tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan niat yang kuat dan pemahaman yang benar. Ist/Humas Masjid Jenderal Soedirman. 

Mereka membahas berbagai manfaat puasa, baik dari segi medis maupun spiritual.

Dr. Noegroho menegaskan puasa bukan hanya ibadah, tetapi juga memiliki dampak positif bagi kesehatan.

Dengan puasa, tubuh bisa lebih terkontrol, emosi lebih stabil, dan pola hidup menjadi lebih sehat.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan setelah puasa.

Menurutnya banyak orang yang setelah Ramadan justru kehilangan kendali dalam pola makan.

Sehingga berdampak buruk pada kesehatan.

Seharusnya, hikmah puasa tetap dijaga agar tubuh tetap sehat dan tidak mudah jatuh sakit.

Melalui buku Puasa dan Kesehatan, dr. Noegroho berharap masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang puasa dan kesehatannya.

Buku ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi pegangan bagi umat Islam.

Terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, agar tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan niat yang kuat dan pemahaman yang benar. (*)

Baca juga: Tips Berkendara Saat Puasa Ala Honda, Salah Satunya Berpikir Positif

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved