Sabtu, 11 April 2026

Ramadan 2025

Kemegahan Masjid Arsitektur Eropa-Jawa di Pati

Masjid di Kaborongan, Pati Lor, Kecamatan Pati, tampak megah dan bergaya arsitektur unik.

Mazka Hauzan Naufal/TribunBanyumas.com
MEGAH DAN UNIK - Jemaah berdatangan ke Masjid Djauharotul Imamah, Pati, Rabu (5/3/2025). Masjid ini tampak megah dan unik karena mengadopsi gaya arsitektur campuran Jawa dan Eropa.Tribun/Mazka Hauzan Naufal  

TRIBUNBANYUMAS.COM.COM, PATI - Masjid di Kaborongan, Pati Lor, Kecamatan Pati, tampak megah dan bergaya arsitektur unik.

Sekilas, dari luar bangunan masjid ini tampak seperti kastil klasik di Eropa.

Bangunan yang dominan berwarna cokelat ini bernama Masjid Djauharotul Imamah.

Baca juga: Masjid di Jalur Mudik Diwacanakan Buka 24 Jam untuk Istirahat dan Layani Pemudik

Masjid dua lantai ini pada bagian depan menampilkan aksen bata merah dan batu kali yang terekspos.

Di lantai atas, menghadap ke jalan, terdapat daun-daun jendela kayu berukuran besar.

Tangga menunju lantai dua bisa diakses dari halaman depan (area parkiran) maupun dari halaman belakang (area taman).

Halaman belakang masjid ini cukup luas dan asri.

Baca juga: Menag Usulkan Masjid Jadi Posko Alternatif Mudik Lebaran 2025, Bakal Dibuka 24 Jam Setiap Hari

Terdapat hamparan rumput hijau yang dipotong rapi, lampu-lampu taman, gazebo, dan juga kolam ikan koi.

Atap masjid berbentuk tumpang gasal, memberi kesan tradisional Jawa.

Wakil Ketua Takmir Masjid Djauharotul Imamah, Hamzah mengatakan bahwa masjid ini memang mengadopsi gaya arsitektur campuran Eropa dan Jawa.

"Masjid yang kalau saya tidak salah berdiri sejak 2011 ini memang bergaya campuran Eropa-Jawa."

"Gaya Eropa-nya dari bentuk yang tampak seperti kastil, kalau gaya Jawa-nya dari tempat pengimaman di lantai dua yang pakai gebyok kayu ukir khas Jawa," jelas dia, Rabu (5/3/2025).

Asal Usul Nama Masjid

Menurut Hamzah, nama masjid ini diambil dari sepasang suami-istri yang mewakafkan tanah mereka untuk dijadikan masjid ini.

Mereka ialah pasangan Djohar Malikan dan Imam Sureni.

"Jadi mama Djauharotul Imamah diambil dari nama pewakaf," kata dia.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved