Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Blora

Sebelum Kabur, Peracun Ayah dan Anak di Blora Sempat Takziah ke Rumah Duka

Pelaku peracun ayah dan anak di Blora sempat terlihat takziah ke rumah duka sebelum kabur.

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: rika irawati
ISTMEWA/POLRES BLORA
PELAKU PEMBUNUHAN - Anggota Polres Blora menangkap pelaku pembunuhan dengan racun yang menewaskan ayah dan anak, warga Dukuh Wangil, Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Pelaku ditangkap di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (25/2/2025). Sebelum kabur, pelaku sempat terlihat takziah ke rumah duka. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Teguh Mulyo Utomo, kepala Desa (Kades) Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tak menyangka warganya dibunuh adik ipar.

Pasalnya, setelah kejadian, pelaku terlihat takziah ke rumah korban.

Diketahui, dua korban tewas adalah Muslikin (45) dan putri bungsunya, S (9).

Keduanya tewas setelah menenggak air yang diberi racun oleh MK, Jumat, 21 Februari 2025.

"Pada malam kejadian, setelah salat Isya, tersangka masih ikut bertakziah di rumah duka. Kami sama sekali tidak menaruh curiga," katan Teguh, Senin (3/3/2025).

Baca juga: Suami dan Anak Tewas Diracun, Warga Blora Curigai Adik Ipar sebagai Pelaku Gara-gara Pesan WA

Namun, kecurigaan Teguh mulai muncul saat tersangka tidak pernah terlihat menghadiri pengajian tahlil tujuh hari, yang biasa dilakukan warga setiap kali ada keluarga yang berduka.

Kecurigaan tersebut juga dirasakan warga lain. 

Dari situlah Teguh berkoordinasi dengan Polsek Ngawen. 

Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, ditemukan bukti yang mengarah kepada MK sebagai pelaku peracunan.

Saat itu, MK telah kabur hingga akhirnya ditangkap di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (25/2/2025).

Teguh mengaku tidak mengetahui secara pasti perselisihan antara korban dan tersangka. 

Namun, dirinya sempat melihat ketidaksepahaman antara MK dan mertuanya terkait pembelian tanah.

"Waktu itu, mertua MK ingin menjual tanah di bagian timur, tetapi MK ingin membeli yang bagian barat. Mungkin, dari situ mulai ada perasaan tidak puas," jelanya.

Berharap Hukuman Maksimal

Sementara itu, Maspupah minta polisi menghukum berat MK yang tega membunuh suami dan anak bungsunya.

"Harapannya, hukuman yang setimpal, yang seadil-adilnya, buat anak dan suami saya," kata Maspupah di rumah duka, Senin.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved