Jumat, 5 Juni 2026

Ramadan 2025

Sama-Sama Gunakan MABIMS, Awal Puasa Ramadan 2025 Indonesia Beda dari Singapura dan Brunei. Kenapa?

Awal puasa Ramadan 1446 Hijriah atau Ramadan 2025 di Indonesia dan dua negara tetangga, Singapura dan Brunei Darussalam, berbeda.

Tayang:
Penulis: rika irawati | Editor: rika irawati
DOKUMENTASI KOMPAS.COM
ILUSTRASI PANTAU HILAL - Seorang petugas sedang melihat posisi hilal untuk penentuan awal Ramadan. Awal puasa Ramadan 1446 Hijriah di Indonesia berbeda dengan Singapura dan Brunei Darussalam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Awal puasa Ramadan 1446 Hijriah atau Ramadan 2025 di Indonesia dan dua negara tetangga, Singapura dan Brunei Darussalam, berbeda.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, awal puasa Ramadan 2025 di Singapura dan Brunei Darussalam lebih lambat sehari dari Indonesia.

"Singapura dan Brunei Darussalam menetapkan puasa Ramadan mereka mulai tanggal 2 Maret," kata Nasaruddin dalam konferensi pers, Jumat (28/2/2025).

Baca juga: Petugas Kesulitan Pantau Hilal 1 Ramadan 1446 Hijriah, Hasil Pengamatan di Aceh Jadi Penentu

Diketahui, penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal di Indonesia menerapkan kriteria yang disepakati antara Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, Jumat petang, petugas di Indonesia telah melihat hilal sehingga 1 Ramadan 1446 Hijriah di Indonesia jatuh pada 1 Maret 2025.

Hal ini, kata Nasaruddin, berbeda dengan hasil pantauan hilal yang dilakukan di Singapura dan Brunei Darussalam.

"Di sana hilal belum ditemukan," imbuhnya.

Terkait datangnya 1 Ramadan 1446 Hijriah, Nasaruddin mengucapkan selamat berpuasa kepada Muslim di Indonesia.

"Kami ucapkan selamat berpuasa kepada umat Islam. Mari kita tingkatkan kualitas iman kita agar semakin baik tahun ini," katanya.

Ditentukan Pantauan di Aceh

Sebelumnya, Nasaruddin mengatakan, petugas sempat kesulitan memantau hilal untuk memperkuat rukyat sebagai dasar penetapan 1 Ramadan 1446 Hijriah atau Ramadan 2025.

Akibatnya, sidang Isbat harus menunggu pemantauan hilal di wilayah paling barat Indonesia, di Aceh.

Nasaruddin mengatakan, petugas pemantau hilal di wilayah Indonesia timur, tengah, dan barat tak melihat hilal karena kondisi cuaca.

"Agak sedikit mundur penyampaian ini karena kami harus menunggu wilayah yang paling barat di Aceh."

"Karena, sesuai kondisi objektif hilal malam ini, memang dari Indonesia dari timur, tengah, dan barat di ekor Pulau Jawa itu tidak dimungkinkan menyaksikan hilal untuk memperkuat rukyat."

"Maka, kami terpaksa harus menunggu wilayah paling barat di Aceh," jelas Nasaruddin.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sidang Isbat Putuskan 1 Ramadan 1446 Jatuh pada 1 Maret 2025, Malam Ini Mulai Tarawih

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved