Sabtu, 9 Mei 2026

Superball

Merasa Diperlakukan Seperti Pablo Escobar, Radja Nainggolan Bantah Terlibat Kasus Narkoba

Mantan pemain AS Roma dan Bhayangkara FC Radja Nainggolan akhirnya buka suara terkait penangkapannya dalam kasus narkoba.

Tayang:
Editor: rika irawati
BOLASPORT.COM/MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH
BEBAS DARI PENJARA - Pesepak bola keturunan Indonesia-Belgia, Radja Nainggolan, saat hadir dalam sesi jumpa pers Piala Dunia U-17 2023 di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (8/11/2023). Eks pemain AS Roma dan Inter Milan itu akhirnya buka suara soal penangkapannya dalam kasus narkoba. Dia membantah terlibat dalam kasus itu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Mantan pemain AS Roma dan Bhayangkara FC Radja Nainggolan akhirnya buka suara terkait penangkapannya dalam kasus narkoba.

Dia pun membantah terlibat dalam kasus tersebut.

Beberapa hari setelah ditangkap, Nainggolan dibebaskan dengan jaminan.

Bahkan, Minggu (9/2/2025), dia telah merumput untuk membela Lokeren-Temse, klub Liga 2 Belgia, dalam laga Challenger Pro League 2024-2025, melawan La Louviere. 

"Saya tidak ada hubungannya dengan kasus narkoba tersebut dan pada kenyataannya saya tidak ditanyai tentang hal itu," kata Radja Nainggolan dilansir media Italia La Gazzetta dello Sport dari surat kabar Belgia, Het Laatste Nieuws. 

Diperlakukan seperti Gembong Narkotika

Selama dalam penjara, Radja Nainggolan mengaku diperlakukan seperti gembong narkotika, Pablo Escobar. 

Dia diamankan pihak berwajib pada Senin (27/1/2025) atas dugaan keterlibatan dalam penyelundupan kokain dari Amerika Selatan ke Eropa, melalui pelabuhan Antwerp. 

Baca juga: Penggerebekan Seret Pesepak Bola Radja Nainggolan: Polisi Temukan Uang Rp6 Miliar dan 2,7 Kg Kokain

Menurut keterangan pengacara Omar Souidi, Radja Nainggolan tak berada di rumahnya, di Braziliestraat, ketika penggerebekan dilakukan.

Kala itu, Nainggolan tengah bersama sang kekasih.

Pria beralias Il Ninja (Sang Ninja) itu lalu menyerahkan diri seusai mendapatkan telepon dari pihak polisi.

Untuk keperluan penyelidikan, Radja Nainggolan harus menghabiskan satu malam di balik terali besi penjara, sebelum memberi kesaksian kepada hakim penyidik pada Selasa, 28 Januari silam. 

"Saya diperlakukan seperti Escobar, tetapi saya tidak ada hubungannya dengan kasus narkoba itu," ucapnya.

"Interogasi berlangsung selama empat jam dan saat itu pukul 6 sore, sehingga sudah terlalu larut bagi hakim penyidik," kata Nainggolan.

"Jadi, mereka memutuskan untuk membiarkan saya bermalam di dalam sel," katanya menjelaskan.

Kenal dengan Kriminal

Dalam kasus tersebut, Radja Nainggolan ditangkap bersama 15 orang lain.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved