Minggu, 26 April 2026

Berita Jateng

Persipur Purwodadi Siap Terima Sanksi Atas Insiden Kerusuhan Suporter

kejadian ini sangat memprihatinkan dan merugikan semua pihak yang terlibat, termasuk suporter dan tim.

Penulis: Fachri Sakti N | Editor: khoirul muzaki
Istimewa
SUPORTER MASUK LAPANGAN: Suporter Persipur tidak puas melihat kekalahan timnya melawan Persebi Boyolali dengan skor 1-3. Mereka lantas masuk ke lapangan Stadion Krida Bhakti dan membuat kerusuhan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, GROBOGAN- Persipur Purwodadi siap menerima sanksi terkait kerusuhan suporter yang terjadi pasca pertandingan Persipur Purwodadi melawan Persebi Boyolali di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kamis (6/2/2025).


Kukuh Prasetyo Rusady, Manajer Persipur, dalam wawancara bersama TribunJateng menyatakan pihaknya kini sedang menunggu keputusan resmi dari Asprov PSSI terkait potensi sanksi yang akan diberikan. 

“Kita menunggu dari Asprov PSSI,” ungkap Kukuh. 
Meski siap akan kemungkinan sanksi yang ada, Persipur tetap menyayangkan aksi kerusuhan tersebut. 


Menurutnya, kejadian ini sangat memprihatinkan dan merugikan semua pihak yang terlibat, termasuk suporter dan tim.


"Sangat menyayangkan kejadian kemarin. Saya berharap suporter bisa bersikap dewasa, suporter harus mendukung tim, bukan sebaliknya," ujar Kukuh. 


Kukuh juga menegaskan bahwa kerusuhan semacam itu sudah tidak relevan di era modern ini, dan hanya akan merugikan tim serta memperburuk keadaan.

Baca juga: Laga PSIS vs Persib Liga 1 Tanpa Penonton, Ini Alasannya!

"Sudah tidak zamannya seperti itu, dapat merugikan tim dan memperburuk keadaan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kukuh mengingatkan agar suporter lebih bijak dalam menunjukkan dukungannya. 

Ia berharap para suporter dapat saling mendukung dan menghindari tindakan anarkis yang hanya akan merugikan klub kesayangan mereka.

"Harapannya suporter harus lebih dewasa, sama-sama saling mendukung dan jangan ada yang anarkis," tegasnya.
Kronologi


Diketahui sebelumnya, kerusuhan suporter terjadi setelah pertandingan Liga 4 Jawa Tengah antara Persipur Purwodadi dan Persebi Boyolali di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Rabu (5/2/2025).


Pertandingan yang berlangsung alot tersebut berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan Persebi Boyolali.


Kejadian ini memicu ketegangan suporter yang meluas, bahkan hingga ke luar stadion.


Salah satunya ke RS Yakkum Purwodadi yang membuat sejumlah fasilitas rumah sakit rusak karena diamuk suporter.


Kejadian Awal: Tensi Tinggi di dalam Stadion


Pertandingan antara Persipur Purwodadi, tim kebanggaan warga Kabupaten Grobogan melawan Persebi Boyolali dimulai dengan tensi yang cukup tinggi.


Meskipun kedua tim menciptakan beberapa peluang, babak pertama berakhir dengan skor imbang 0-0.Pada babak kedua, ketegangan semakin terasa. 


Persebi Boyolali membuka keunggulan lewat gol Noka Bhirawa pada menit ke-51, yang tercipta dari serangan balik cepat dan kemelut di depan gawang Persipur.


Namun, Persipur tidak menyerah begitu saja. Mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sontekan Ali Shodig.


Persebi kembali menunjukkan dominasi mereka. Gol kedua dari Noka Bhirawa, diikuti oleh gol Akhmad Khafid yang menggandakan keunggulan menjadi 3-1, semakin mempersulit langkah Persipur.


Insiden Penalti yang Memicu Kerusuhan


Menjelang akhir pertandingan, Persipur mendapatkan kesempatan untuk memperkecil kedudukan melalui tendangan penalti.


Sayangnya, tendangan Elina Soka gagal dimanfaatkan setelah berhasil ditepis oleh kiper Persebi.

Baca juga: Kata Manajemen Persipur Purwodadi soal Kerusuhan Suporter yang Rusak RS Yakkum Grobogan


Kegagalan ini langsung memicu reaksi keras dari suporter Persipur yang merasa kecewa dengan hasil pertandingan.


Kerusuhan di Stadion dan Luar Stadion


Setelah tendangan penalti gagal, ratusan suporter Persipur langsung turun ke lapangan meskipun pertandingan belum berakhir.


Panitia pelaksana pertandingan dan pihak kepolisian dari Polres Grobogan segera berupaya meredakan situasi dengan menghentikan pertandingan.


Mereka juga meminta suporter untuk kembali ke tribun, namun situasi semakin memanas dan kerusuhan mulai meluas ke luar stadion.


Bentrokan antar suporter Persipur terjadi di beberapa titik, salah satunya di sekitar Rumah Sakit Yakkum Purwodadi.


Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat suporter melempar batu dan melakukan pemukulan di halaman rumah sakit.


Akibatnya, kaca Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit pecah, dan para petugas medis serta pasien yang berada di IGD pun merasa terancam oleh kerusuhan yang semakin tidak terkendali.


Tindakan Polisi: Amankan Pemuda yang Terlibat


Polres Grobogan bertindak cepat untuk meredam kerusuhan. 


Mereka berhasil mengamankan puluhan pemuda yang diduga terlibat dalam kerusuhan tersebut.


Selain itu, polisi membubarkan kerumunan yang masih berlangsung dan mengimbau kepada suporter Persipur untuk tidak terprovokasi dan segera kembali ke rumah dengan tertib.


Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono melalui Kasi Humas Polres Grobogan AKP Danang Esanto menyampaikan, usai terjadinya insiden tersebut, puluhan pemuda yang diduga kuat mengetahui kejadian dimintai keterangan lebih lanjut oleh Sat Reskrim.

Baca juga: Fadli Zon Tanggapi Penundaan Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer di Blora


"Kami bertindak cepat untuk mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dan mengetahui keributan tersebut, agar situasi tidak semakin memburuk," ujar AKP Danang Esanto kepada TribunJateng.com.


Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh suporter sepakbola di Grobogan untuk menjaga kedamaian dan sportivitas, baik sebelum, selama, maupun setelah pertandingan.


"Kami ingin semua pihak, baik suporter maupun pemain, dapat menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan sepakbola berlangsung," tambah AKP Danang Esanto.


"Dan kami mengimbau dengan tegas, kepada seluruh lapisan masyarakat agar ikut menjaga kondusivitas dan ketertiban masyarakat Grobogan, karena kami akan menindak tegas siapapun yang membuat ricuh dan rusuh di Kabupaten Grobogan," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved