Minggu, 12 April 2026

Berita Nasional

Pesan Menag Nasaruddin Umar Memperingati Isra Miraj 2025: Mari Menegakkan Salat

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menegakkan salat dalam pesan peringatan Isra Mikraj, hari ini.

Penulis: rika irawati | Editor: rika irawati
Kemenag RI
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Memperingati Isra Miraj 2025, Menang Nasaruddin Umar mengajak umat Islam kembali menegakkan salat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menegakkan salat dalam pesan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang diperingati hari ini, Senin (27//1/2025).

Menurut Nasaruddin, salat merupakan satu di antara pesan penting dari peristiwa Isra Mikraj.

Isra Mikraj adalah perjalanan suci dan bersejarah sekaligus titik balik kebangkitan dakwah Rasulullah SAW.

Nasaruddin mengungkapkan, Isra Mikraj merupakan satu dari tiga perjalanan penting Rasulullah SAW, selain Hijrah dan Haji Wada. 

Baca juga: Waspada! Hujan Lebat Mengintai Jateng saat Libur Isra Miraj Hingga Imlek. Banyumas Masuk Daftar

Hijrah dari Mekkah ke Madinah, dikatakannya, menjadi momentum perubahan.

Sementara, peristiwa Haji Wada menandai kemenangan. 

Dan, Isra Miraj adalah puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju Sang Pencipta (al-Khalik), menuju kesempurnaan rohani (insan kamil).

"Oleh-oleh Isra Mikraj adalah salat. Karenanya, pesan terpenting dari peringatan Isra Mikraj adalah menegakkan salat. Mari menegakkan salat," pesan Menag Nasaruddin Umar, Minggu (26/1/2025), dikutip dari laman resmi Kemenag RI.

"Rasulullah, dalam sebuah hadis menyebut, salat sebagai Mirajnya orang mukmin. Salat juga tiang agama," sambungnya.

Salat, kata Menag, adalah pondasi spiritualitas dan pilar agama. 

Dalam salat terkandung ajaran tentang kedisiplinan, ketundukan, dan hubungan yang erat dengan Sang Pencipta. 

Dan, salat ditutup dengan salam, yang memberi pesan tentang pentingnya menebar kedamaian dan keselamatan. 

Salat juga mengajarkan tentang pentingnya keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia.

"Salat menguatkan pondasi spiritual dalam membangun umat dan bangsa. Ketika pondasi ini kuat, nilai-nilai keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan akan tumbuh dan membawa manfaat bagi semua."

"Spiritualitas yang terinternalisasi dengan baik akan menjadi landasan membangun persatuan, toleransi, dan harmoni sosial," jelas Menag.

Baca juga: PT KAI Daop 5 Purwokerto Siapkan 215.837 Tiket Kereta di Hari Libur Isra Miraj dan Imlek

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved