Berita Kendal
Polisi Sebut Celurit Tidak Dilempar Terduga Pembacok Tawuran di Kendal, Ada Celurit Lain Warna Biru
Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Rizky Ari Budianto menegaskan, terduga pelaku membacok korban menggunakan celurit.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: Rustam Aji
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pengakuan terduga pembacok saat tawuran antar kelompok remaja di Kendal berinisial AMP (15), bahwa dirinya hanya melempar celurit yang dibawa untuk melukai korban, langsung dibantah pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Rizky Ari Budianto, menegaskan, terduga pelaku membacok korban menggunakan celurit.
Rizky menilai celurit yang dilempar tidak mungkin bisa melukai korban hingga bersimbah darah.
"Itu dibacok, kalau dilempar tidak mungkin bisa kena, pasti celuritnya terbang kena angin," ungkapnya.
Rizky juga telah mengamankan celurit lain yang diduga menjadi alat untuk membacok korban.
Baca juga: Terduga Pelaku Pembacokan Remaja di Kendal Mengaku Hanya Diajak, Tak Ada Niatan Tawuran
"Memang ada dua celurit panjang yang kami amankan. Tapi kami mengamankan celurit lain, warnanya biru," jelasnya.
Rizky mengatakan pihaknya menduga satu dari 10 saksi yang diperiksa terlibat langsung dalam pembacokan terhadap S.
"Dari 10 saksi, hasil pemeriksaan sementara ada yang mengarah ke terduga pelaku satu orang," sambungnya.
Akan tetapi, Rizky menuturkan pihaknya tidak akan terburu-buru untuk menetapkan terduga pelaku berinisial AMP (15), yang merupakan warga Kelurahan Sukodono, Kabupaten Kendal.
Rizky menegaskan, pihaknya akan melakukan olah TKP dan gelar perkara terlebih dahulu untuk memastikan status terduga pelaku.
"Sementara berdasarkan pemeriksaan kami, tapi untuk mengarah ke pelaku kami akan gelar perkara menentukan alat bukti dan memantapkan statusnya," ungkapnya
"Untuk celurit panjang yang ada di samping korban saat korban bersimbah darah di jalan, itu kami duga milik korban. Tapi untuk yang digunakan membacok, ada lagi." bebernya sembari menunjukkan foto celurit itu.
Baca juga: Remaja Diduga Korban Tawuran di Kendal Meninggal, Sempat Terkapar di Jalur Pantura
Sebelumnya diberitakan, aksi tawuran antar kelompok remaja di Kendal berakhir tragis. Satu orang dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Soewondo Kendal.
Video korban seusai tawuran pun viral di media sosial. Dalam video yang beredar, nampak korban terkapar bersimbah darah di tengah jalan Pantura Jambearum Kendal.
Korban yang mengenakan celana panjang, jaket dan helm sesekali berusaha bangun namun tak berdaya.
| TBC di Kendal Tembus 440 Kasus pada Awal Tahun, Jadi Catatan Serius |
|
|---|
| Niat Silaturahmi Berujung Duka, Dua Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan Maut di Sidomukti Kendal |
|
|---|
| Pemkab Kendal Batal Gelar Open House Idulfitri, Bupati Tika Persilakan Warga Datang ke Rumah Pribadi |
|
|---|
| SPPG di Kendal Dapat Surat Peringatan dari BGN: Menu yang Dibagikan Tak Sesuai |
|
|---|
| Dikebut Jelang Mudik, Proyek Jalan Pantura Kendal-Semarang Senilai Rp250 Miliar Lampaui Target |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tawuran-di-kendal-oke.jpg)