Senin, 20 April 2026

Berita Kendal

Kesal Banjir Kerap Melanda Permukiman, Warga Sarirejo Tagih Janji Pemkab Kendal

Warga Sarirejo, Kaliwungu, menuntut Pemkab Kendal memenuhi janji mengatasi banjir yang kerap terjadi.

TRIBUNBANYUMAS/AGUS SALIM
Warga Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menggelar demo menuntut penanganan banjir, di depan gapura Perumahan Graha Raya 1 Kaliwungu, Minggu (19/1/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Puluhan warga Perumahan Graha Raya 1 Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di depan gapura perumahan, Minggu (19/1/2025).

Mereka menagih janji pemerintah soal penanganan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Banjir terjadi diduga imbas keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE)  tak jauh dari lokasi.

Dalam aksi itu, mereka membentangkan spanduk bertuliskan di antaranya "KIK piye", " SPBE tanggung jawab", serta tulisan lain yang menggambarkan rasa lelah warga akibat hidup dalam kepungan banjir.

Koordinator aksi, Jawahir, menuntut dua perusahaan tersebut ikut membantu mengatasi persoalan banjir di permukimannya.

Baca juga: Tetangga Osima Yukari di Kendal Dengar Suara Burung Saling Sahut di Malam Kebakaran Glodok Plaza

Ia dan warga Desa Sarirejo menjadi korban banjir, lebih dari lima tahun, setiap musim penghujan tiba. 

Namun, intensitas banjir terjadi lebih parah ketika proyek pembangunan skala besar mulai dilakukan di sekitar desa.

Alhasil, warga terpaksa bertahan meskipun menjadi wilayah langganan banjir.

"Dulu itu, banjir terjadi sekali dalam setahun. Tapi, sekarang, sejak ada pembangunan, banjir bisa 3-4 kali menggenangi wilayah sini," kata Jawahir di sela aksi, Minggu.

Ia menerangkan, banjir di sekitar permukimannya baru bisa surut setelah 5-6 hari.

Bahkan, rentang waktu tersebut bisa lebih lama seandainya intensitas hujan lebih lebat.

"Kalau di sini, banjir baru bisa surut sekitar 5-6 hari kemudian, nggak bisa kalau langsung sehari surut itu," katanya.

Jawahir mengatakan, kondisi ini diperparah dengan gorong-gorong di sekitar perumahan yang belum diperbaiki.

Sampah seringkali menyumbang saluran pembuangan air tersebut.

Ia juga meminta pemerintah membangun talud di sekitar Sungai Aji untuk mencegah luapan air masuk permukiman.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved