Berita Jateng
Nasib Ditentukan 2 Bulan, Aipda Robig Bisa Lolos dari Pemecatan setelah Tembak Gamma di Semarang
Aipda Robig Zaenudin (38), polisi pelaku penembak siswa SMK Semarang, berpotensi lolos dari pemecatan setelah mengajukan banding.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Aipda Robig Zaenudin (38), polisi pelaku penembak siswa SMK Semarang, berpotensi lolos dari pemecatan setelah mengajukan banding.
Nasibnya akan ditentukan dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP), yang bakal digelar paling lambat dua bulan mendatang.
Sebelumnya, dalam sidang KKEP pertama, Aipda Robig dihukum pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Namun, Robig melawan dan mengajukan memori banding.
"Iya, Aipda Robig mengajukan memori banding ketika divonis PTDH sidang KKEP. Berhubung banding maka ada hak juga untuk berproses," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto, Jumat (17/1/2025).
Baca juga: Aipda Robig Serahkan Memori Banding Tolak Dipecat dari Polri, Propam Punya Waktu 5 Hari Susun KEP
Artanto menjelaskan, proses sidang untuk menyikapi memori banding Aipda Robig dimulai dengan penyusunan naskah sidang KKEP oleh tim Propam Polda Jateng yang bertugas sebagai sekretariat sidang.
Saat ini, naskah tersebut telah berada di meja Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.
Kapolda memiliki waktu selama 30 hari untuk menandatangani berkas tersebut.
Selepas berkas ditanda tangani, sekretariat sidang memiliki waktu selama 30 hari pula untuk menggelar sidang KKEP.
"Status Robig sebagai anggota Polri gugur ketika vonis sidang KKEP (selepas memori banding ditolak) dan melakukan upacara pelepasan anggota Polri," ungkap Artanto.
Namun, bilamana Robig lolos dari vonis tersebut atau memori bandingnya diterima, maka dia tetap menjadi anggota Polri.
Putusan Sidang Pidana Tak Pengaruhi Status
Artanto mengatakan, putusan sidang pidana yang nantinya dijalani Aipda Robig dalam kasus penembakan siswa SMK yang menewaskan Gamma atau GRO (17), tak memengaruhi KKEP.
Jika Robig diputus bersalah dalam persidangan pidana namun memori banding di KKEP diterima, dia bakal tetap menjadi anggota Polri.
"Vonis pidana tidak menggugurkan statusnya sebagai anggota Polri. Dia tetap anggota Polri yang menjalankan hukuman penjara (jika memori banding disetujui)," terang Artanto.
Baca juga: LPSK Terima Permohonan Perlindungan dari 1 Keluarga Korban Penembakan Aipda Robig: Ada Intimidasi
Namun, lanjut dia, ketika menjalani hukuman penjara, hak-hak Robig sebagai anggota Polri dihentikan, semisal soal gaji.
| Karanganyar Masuk Daftar 5 Daerah Kunjungan Wisatawan Terendah, Pemprov Jateng: Tak Ada Spot Baru |
|
|---|
| Pemprov Jateng Genjot Pembentukan 1000 Desa dan Kampung Wisata, Banyumas Kebagian 40 Desa Wisata |
|
|---|
| 231 Jemaah Haji Wonosobo Kloter 21 Dilepas dengan Tangis Haru Keluarga |
|
|---|
| Sejumlah Desa di Blora Usul KDMP Dibangun di Hutan Saja, Ini Alasannya |
|
|---|
| Jalan Tiba-tiba Ambles Sedalam 2 Meter di Ngaliyan Semarang Makan Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Aipda-r-dipecat.jpg)