Kebakaran Los Angeles

Terbaru: 24 Tewas, 40.000 Hektar Terbakar, 12.300 Bangunan Hancur, dan Rugikan Rp 4.000 Triliun

Kebakaran di Los Angeles menghanguskan 40.000 hektar lahan di wilayah Greater Los Angeles dan menghancurkan lebih dari 12.300 bangunan hancur.

Editor: Rustam Aji
TRIBUNNEWS/AFP/JOSH EDELSON
Rumah dan mobil di Eaton, kawasan Altadena, wilayah Los Angeles, California, terbakar, Rabu (8/1/2025). Kebakaran di Los Angeles ini menewaskan lima orang dan memaksa 100 ribu orang mengungsi. Ribuan bangunan turut terbakar, termasuk rumah milik artis Hollywood dan menghentikan sementara sejumlah kegiatan industri hiburan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CALIFORNIA - Kebakaran hutan di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS), tak hanya meluluhlantakkan bangunan, tetapi korban jiwa juga terus bertambah.

Ternyata, korban jiwa bertambah menjadi 24 orang per Selasa (14/1/2025). 

Kebakaran besar yang dimulai pada Selasa (7/1/2025) itu juga menghanguskan 40.000 hektar lahan di wilayah Greater Los Angeles dan menghancurkan lebih dari 12.300 bangunan hancur.

Seperti dikutip dari NBC News, Selasa, penyebab kebakaran Los Angeles dipicu oleh angin Santa Ana yang bersifat kering.

Baca juga: Video Kebakaran Terbesar di Los Angeles, 10.000 Lebih Rumah Hangus, Kerugian Capai  Rp 923 triliun

Angin ini berembus di atas pegunungan Sierra Nevada dan Santa Ana, kehilangan kelembapan, memanas, dan ketika angin ini bertiup melalui celah-celah pegunungan, memperoleh banyak kecepatan.

Kemudian, saat bertiup di atas California selatan, anginnya sangat cepat, kering, dan lebih hangat.

Angin inilah yang membawa api ke Los Angeles, melahap vegetasi kering, bangunan mewah, dan memicu beberapa kebakaran hutan terburuk dalam sejarah LA.  

Berikut beberapa update terkait kebakaran hutan di Los Angeles:

Kerugiaan diperkirakan capai Rp 4.000 triliun AccuWeather memperkirakan kerusakan dan kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan di Los Angeles yakni antara 250-275 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.000 triliun hingga Rp 4.469 triliun.

“Api yang bergerak cepat dan digerakkan oleh angin ini telah menciptakan salah satu bencana kebakaran hutan yang paling merugikan dalam sejarah modern AS,” kata Kepala Meteorologi AccuWeather, Jonathan Porter.

“Angin berkekuatan badai mengirimkan api yang merobek-robek lingkungan yang dipenuhi dengan rumah-rumah bernilai jutaan dollar. Kehancuran yang ditinggalkan sangat memilukan, dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan sangat mengejutkan," tambahnya.

Baca juga: Rumah Selebriti Hollywood Turut Jadi Korban Kebakaran di Los Angeles, Mandy Moore Ikut Mengungsi

Adapun, kebakaran terparah terjadi di area dari Santa Monica hingga Malibu, yang berdampak pada beberapa real estate termahal di negara tersebut, dengan nilai rata-rata rumah lebih dari 2 juta dollar AS atau sekitar Rp 32,5 miliar.

"Jika sejumlah besar bangunan kembali terbakar dalam beberapa hari mendatang, ini mungkin akan menjadi kebakaran hutan terburuk dalam sejarah California modern berdasarkan jumlah bangunan yang terbakar dan kerugian ekonomi,” kata Porter.

Sembilan orang didakwa karena melakukan penjarahan di zona evakuasi di sekitar kebakaran besar yang terjadi di Los Angeles, Senin (13/1/2025).

Jaksa Wilayah Los Angeles, Nathan Hochman mengatakan, tuduhan tersebut termasuk untuk satu perampokan yang menghasilkan 200.000 dollar AS atau sekitar Rp 3,2 miliar dan satu kasus pencurian patung Emmy.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved