Senin, 13 April 2026

Berita Jateng

Catatan Penanganan Banjir di Semarang, Wilayah Atas Jadi Perhatian Dewan

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono menilai, penanganan banjir sudah cukup baik selama masa pemerintahan 2021 - 2024.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: khoirul muzaki
Eka Yulianti Fajlin/Tribun Jateng
DPRD Kota Semarang menggelar rapat paripurna pembukaan masa persidangan II tahun 2024 - 2025, Kamis (2/1/2025) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- DPRD Kota Semarang memberikan catatan penanganan banjir di ibu kota Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna pembukaan masa persidangan II tahun 2024 - 2025, Kamis (2/1/2025).

Dari hasil reses masa persidangan I yang dilakukan jajaran legislatif pada Desember lalu, hampir seluruh fraksi menyoroti terkait penanganan banjir di Kota Semarang.

Dimana, beberapa waktu terakhir, banjir justru menerjang wilayah atas yakni Tembalang.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono menilai, penanganan banjir sudah cukup baik selama masa pemerintahan 2021 - 2024.

Cakupan banjir pun sudah semakin berkurang. Hal itu yang menjadi harapan legislatif mengingat anggaran yang dialokasikan untuk penanganan banjir terbilang besar.

"Kami harap begitu, signifikan dengan anggaran yang kami alokasikan di DPU, Perkim. Itu nilainya besar. Dengan anggaran yang besar, signifikan dengan pengurangan genangan banjir," ujar Suharsono.

Baca juga: Daftar Klub dan Pemain yang Terima Sanksi dari PSSI

Namun demikian, pihaknya memberikan catatan terkait persoalan banjir yang sempat menerjang wilayah Tembalang.

Menurutnya, wilayah Tembalang merupakan wilayah resapan, namun beberapa tahun terakhir justru terjadi banjir di wilayah itu.

"Ini jadi catatan kita, apa yang kemarin sudah mulai bisa teratasi. Pada pemerintahan berikutnya, wilayah atas harus steril banjir. Sehingga, penanganan kita fokus di wilayah bawah," jelasnya.

Politikus PKS itu menyebut, penanganan banjir wilayah bawah yang masih menjadi pekerjaan besar antara lain normalisasi Sungai Plumbon. Selain itu, genangan di wilayah Tlogosari Kulon dan Muktiharjo Kidul masih tergolong tinggi.

"Kami harap normalisasi sungai, Kali Tenggang, Sringin, normalisasi sungai yang menghubungkan wilayah tersebut bisa diatasi," sambungnya.

Selanjutnya, dewan berharap realisasi pembangunan waduk atau kolam retensi yang sudah direncanakan pemerintah pusat dengan luasan 100 hektar di wilayah Genuk. Hadirnya waduk tersebut nantinya bisa mengatasi banjir di wilayah timur.

Pihaknya juga mendorong penyelesaian tol tanggul laut Semarang - Sayung.

"Itu sangat proritas mengatasi banjir di Semarang," ucapnya.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Atap Rumah Asbes Ternyata Tak Sehat bagi Penghuninya. Bisa Memicu Kanker

Selain penanganan banjir, ada sejumlah masukan jajaran legislatif dari hasil reses masa persidangan I di bidang infrastruktur antara lain Pemerintah Kota Semarang didorong bekerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka pemerataan pembangunan dan pemeliharaan fasilitas umum pada tiap wilayah.

Dewan juga mendorong peningkatan kualitas infrastruktur transportasi di Kota Semarang, termasuk kawasan pelabuhan dan kembalinya Bandara Ahmad Yani sebagai bandara internasional.

Peningkatan infrastruktur di bidang transportasi diharapkan dapat menunjang peningkatan ekonomi kota, mendukung sektor pariwisata dan perdagangan. (eyf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved